Berita Terbaru :
   

Permintaan Pentas Wayang Potehi Meningkat Saat Menjelang Imlek
Rehat  Jum'at, 24-01-2020 | 22:21 wib
Reporter : Nanda Andrianta
Pertunjukan wayang potehi yang digelar di tempat ibadah Tridharma Hong Tik Hian di Jalan Dukuh, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya. Foto Nanda Andrianta
Surabaya pojokpitu.com, Menyambut tahun baru Cina atau imlek, pertunjukan wayang potehi mulai ramai permintaan. Pertunjukan wayang yang terbuat dari boneka kain itu, bagi etnis Tionghoa memiliki fungsi sosial, juga sebagai ritual ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas anugerah kehidupan, kesehatan dan kemakmuran.

Seni tradisional asal Negeri Tirai Bambu itu dimainkan oleh seorang dalang dan seorang pendamping serta beberapa orang yang memainkan alat musik untuk mengiringi pertunjukan wayang potehi tersebut.

Di Klenteng Hong Tik Hian, pertunjukan wayang potehi digelar sekali dalam sehari, sesuai dengan jadwal atau permintaan dari pengurus klenteng.

Menurut Slamet dalang wayang potehi, saat menyambut tahun baru imlek seperti saat ini, pertunjukan wayang potehi ramai permintaan. Bahkan bisa sampai 3 kali pertunjukan wayang potehi dalam sehari. "Selain permintaan pertunjukan di klenteng, juga ada permintaan untuk pentas diluar klenteng, seperti di mall, hingga di acara privat warga," kata Slamet.

Beragam tema cerita yang dimainkan dalam pertunjukan wayang potehi. Salah satunya seperti yang sedang dimainkan saat ini, yaitu yang bercerita tentang perebutan kekuasaan yang dilakukan oleh kerajaan kecil terhadap kerajaan yang lebih besar. Hingga terjadi peperangan dan dimenangkan oleh kerajaan yang lebih besar. (pul)

Berita Terkait

Permintaan Pentas Wayang Potehi Meningkat Saat Menjelang Imlek
Berita Terpopuler


Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber