Berita Terbaru :
JPPI Sebut Penghapusan Mapel Bukti Nadiem Tidak Paham Sejarah
Menpora Usulkan Surabaya Jadi Lokasi Opening Ceremony Piala Dunia U-20
Masuk Musim Panen, Kualitas Cabai Menurun
Wisata Hutan Akan Kembali Dibuka, Tetap Penerapan Protokol Kesehatan
Meski Gagal Maju, Relawan Tetap Loyal Dengan Kang Yudi
Klaster Ponpes Meningkat, Gubernur Jatim Minta Perketat Protokol Kesehatan
Harga Jual Ketela Anjlok, Petani Olah Jadi Gaplek
Pengembangan Telaga Wahyu Terkendala Lahan
Kampaye Terbuka Akan Bisa Menimbulkan Klaster Baru
Festival Layang-Layang Jadi Hiburan di Masa Pandemi Covid-19
Kekurangan Air, Hasil Panen Kacang Tanah Menurun
Rekomendasikan Kebijakan Transportasi, Balitbanghub Gandeng Empat PTN
Terjaring Razia Prokes, Pengunjung Warung Marah-Marah
   

Harga Cabai Meroket Tembus Rp 80.000 Perkilogram
Ekonomi Dan Bisnis  Sabtu, 25-01-2020 | 07:30 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Harga cabai di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Tuban, semakin meroket tak terkendali. Komoditas bumbu dapur itu kini beberapa kali mengalami lonjakan harga, hingga menembus Rp 80 ribu perkilogram, mahalnya harga cabai membuat omzet penjualan pedagang turun 75 persen.

Sejak akhir Desember 2019 lalu, harga cabai terus melambung tinggi. Bahkan, setelah perayaan tahun baru, harganya tidak kunjung turun.

Salah satunya seperti terpantau di pasar baru Kabupaten Tuban, Jumat pagi. Harga berbagai jenis cabai semakin meroket tak terkendali. "Lonjakan harga telah terjadi berulang kali selama sebulan terakhir," ucap Daliyatun, salah satu pedagang cabai.

Cabai rawit merah misalnya, kini telah menembus harga Rp 80.000 Perkillogram. Lalu cabai rawit hijau naik menjadi Rp 40.000 perkilogram. "Sementara cabai merah keriting dijual dengan harga Rp 55.000 perkilogram," imbuh Daliyatun.

Mahalnya harga menyebabkan omzet penjualan pedagang menurun hingga 75 persen. "Sebab banyak pelanggan mengurangi belanja, jika biasanya sehari mampu menjaual 35 kilogram, maka kini hanya 10 an kilogram," ujarnya.

Kenaikan harga diduga dipicu minimnya pasokan, karena sejumlah daerah penghasil mengalami gagal panen. Lonjakan harga ini diperkirakan masih akan berlangsung, dan semakin parah. Pedagang dan masyarakat berharap pemerintah turun tangan untuk menstabilkan harga. (yos)

Berita Terkait

Masuk Musim Panen, Kualitas Cabai Menurun

Harga Cabai Murah, Petani Rugi Jutaan Rupiah

Dampak Korona Harga Cabe Mengalami Kenaikan

Harga Cabai Meroket Tembus Rp 80.000 Perkilogram
Berita Terpopuler
Terjaring Razia Prokes, Pengunjung Warung Marah-Marah
Peristiwa  13 jam

Rekomendasikan Kebijakan Transportasi, Balitbanghub Gandeng Empat PTN
Pendidikan  12 jam

Kekurangan Air, Hasil Panen Kacang Tanah Menurun
Ekonomi Dan Bisnis  11 jam

Festival Layang-Layang Jadi Hiburan di Masa Pandemi Covid-19
Rehat  10 jam



Cuplikan Berita
Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Gudang Mebel dan Dua Rumah Hangus Terbakar
Pojok Pitu

Ratusan Driver Online Unjuk Rasa dan Sweping Rekan
Jatim Awan

KPU Surabaya Segera Publikasikan DPS Pada Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber