Berita Terbaru :
Libur Panjang, KAI Prediksi Terjadi Kenaikan Penumpang 15 Persen
Diduga Menyalip Kiri, PNS Tewas Terlindas Truk
DPW PSI Deklarasi Menangkan Machfud Arifin-Mujiaman
Diduga Lakukan Ujaran Kebencian dan Pembohongan Publik, Risma-Irvan Dilaporkan Polda
Libur Panjang, Ratusan Personil Gabungan Disiagakan
Diterjang Angin Kencang, Pohon Angsana Tumbang Dan Tutupi Badan Jalan Pantura
Sering Memangsa Ternak, Ular Sanca Berukuran Besar Ditangkap Warga
Belum Dimanfaatkan, Bangunan Ngawi Food Street Mulai Rusak
Jelang Long Weekend, Dishub Gelar Ramp Check Bus
Mobil PCR Magetan Diusulkan ke Kemenkes Jadi Jejaring Laboratorium
Razia Masker Pengunjung Wisata Alam, yang Bermasker Diberikan Hadiah
Dua Pelaku Pencuri Hewan Dibekuk Reskrim Polsek Poncokusumo
Satgas Covid-19 Segera Lakukan Assesment 56 SMP
   

Imlek, Tradisi Unjung - Unjung di Kampung Pecinan Kapasan Dalam
Metropolis  Sabtu, 25-01-2020 | 20:13 wib
Reporter : Bagus Setiawan
Surabaya pojokpitu.com, Perayaan tahun baru Imlek identik dengan kesenian barang sai atau angpau. Namun di Kampung Pecinan Jalan Kapasan Dalam Surabaya, peringatan Imlek dirayakan dengan cara tradisi unjung - unjung. Konon tradisi ini sudah ada sejak turun temurun.

Suasana perkampungan pecinan di Jalan Kapasan Dalam Surabaya, saat perayaan tahun baru Imlek, sungguh akrab. Kampung yang berada tepat di belakang Kelenteng Boenbio ini, masih menjaga tradisi leluhur yaitu unjung - unjung atau berkunjung ke rumah orang tua, tetangga maupun berkunjung di rumah saudara lebih tua.

Karena setiap tahunnya, Kampung Kapasan Dalam ini selalu ramai kedatangan sanak keluarga mereka yang masih kerabat keturunan Tionghoa. Seperti di rumah almarhum Bapak Na Whie Hin, Jalan Kapasan Dalam Gang 1.

Di rumah ini, setiap perayaan Imlek keluarga besarnya selalu berkumpul. Mereka mengaku tetap menjalankan tradisi leluhurnya yaitu unjung - unjung. Roni Hartono, salah satu menantu dari almarhum Keluarga Na Whie Hin mengatakan jika tradisi tersebut masih dijaga hingga sekarang.

Sementara, Lauw Soen Gwan atau Gunawan Djaya Seputra, tokoh masyarakat Kampung Kapasan Dalam mengatakan, tidak hanya di saat tahun baru Imlek. Tradisi unjung - unjung ini juga dilakukan saat perayaan Idul Fitri oleh warga setempat. "Meski mayoritas warga di kampung ini banyak dihuni warga Tionghoa, namun mereka tetap menjalankan tradisi dengan saling menghormati, terutama kepada warga muslim," tutur Gunawan Djaya Seputra.

Selain itu, di Kampung Kapasan Dalam juga terdapat punden yang masih dijaga dengan rapi oleh warga setempat. Bahkan budaya Jawa tetap dilestarikan, karena setiap Suroan di kampung ini selalu menggelar pertunjukan wayang kulit.(end)





Berita Terkait

Tahun Tikus Logam, Ini Arah Fengsui untuk Keberuntungan

Imlek, Tradisi Unjung - Unjung di Kampung Pecinan Kapasan Dalam

Warga Tionghoa Gelar Bakti Sosial di Klenteng Tri Darma Pay Lien
Berita Terpopuler
Diduga Lakukan Ujaran Kebencian dan Pembohongan Publik, Risma-Irvan Dilaporkan P...selanjutnya
Politik  3 jam

Sering Memangsa Ternak, Ular Sanca Berukuran Besar Ditangkap Warga
Peristiwa  6 jam

Diduga Menyalip Kiri, PNS Tewas Terlindas Truk
Peristiwa  1 jam

Razia Masker Pengunjung Wisata Alam, yang Bermasker Diberikan Hadiah
Malang Raya  10 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber