Berita Terbaru :
Masa Transisi New Normal Berlangsung Selama 14 Hari
Jawa Timur Sentuh Angka 4583 Orang Terkonfirmasi Positif Covid 19
Mobil Combat Laboratorium Sudah di Surabaya dan Akan Ditambah 1 Unit
HUT Surabaya, Masyarakat Berziarah Ke Makam Bung Tomo dan Dokter Soetomo
Surabaya Zona Merah, BIN Perpanjang Waktu Rapid Test Massal
Miliki Jiwa Sosial Tinggi, RT/RW di Surabaya Bentuk GERMAS Menangkan Machfud Arifin
Dengan Nasi Tumpeng, Walikota Surabaya Peringati Hari Jadi Surabaya Ke 722
Seorang Nenek Ditemukan Tewas Membusuk Di Dalam Rumah
Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Antisipasi Covid - 19 Pasca Libur Lebaran, Ratusan Karyawan Pabrik Dirapid Test
Kuliner Khas Madura Yang Hanya Dibuat di Hari Ke-7 Setelah Lebaran
Pemudik Positif Covid-19, Keluarga dan Warga Rapid Test
Kasus Positif Covid-19 di Tulungagung Bertambah 7 Orang, 2 Di Antaranya Ibu Yang Melahirkan
Hujan Deras Mengguyur Kecamatan Sumawe, Desa Tambakrejo Terendam
Ratusan Kentongan Disiagakan Untuk Halau Warga Nekat Masuk Desa
   

Imlek, Tradisi Unjung - Unjung di Kampung Pecinan Kapasan Dalam
Metropolis  Sabtu, 25-01-2020 | 20:13 wib
Reporter : Bagus Setiawan
Surabaya pojokpitu.com, Perayaan tahun baru Imlek identik dengan kesenian barang sai atau angpau. Namun di Kampung Pecinan Jalan Kapasan Dalam Surabaya, peringatan Imlek dirayakan dengan cara tradisi unjung - unjung. Konon tradisi ini sudah ada sejak turun temurun.

Suasana perkampungan pecinan di Jalan Kapasan Dalam Surabaya, saat perayaan tahun baru Imlek, sungguh akrab. Kampung yang berada tepat di belakang Kelenteng Boenbio ini, masih menjaga tradisi leluhur yaitu unjung - unjung atau berkunjung ke rumah orang tua, tetangga maupun berkunjung di rumah saudara lebih tua.

Karena setiap tahunnya, Kampung Kapasan Dalam ini selalu ramai kedatangan sanak keluarga mereka yang masih kerabat keturunan Tionghoa. Seperti di rumah almarhum Bapak Na Whie Hin, Jalan Kapasan Dalam Gang 1.

Di rumah ini, setiap perayaan Imlek keluarga besarnya selalu berkumpul. Mereka mengaku tetap menjalankan tradisi leluhurnya yaitu unjung - unjung. Roni Hartono, salah satu menantu dari almarhum Keluarga Na Whie Hin mengatakan jika tradisi tersebut masih dijaga hingga sekarang.

Sementara, Lauw Soen Gwan atau Gunawan Djaya Seputra, tokoh masyarakat Kampung Kapasan Dalam mengatakan, tidak hanya di saat tahun baru Imlek. Tradisi unjung - unjung ini juga dilakukan saat perayaan Idul Fitri oleh warga setempat. "Meski mayoritas warga di kampung ini banyak dihuni warga Tionghoa, namun mereka tetap menjalankan tradisi dengan saling menghormati, terutama kepada warga muslim," tutur Gunawan Djaya Seputra.

Selain itu, di Kampung Kapasan Dalam juga terdapat punden yang masih dijaga dengan rapi oleh warga setempat. Bahkan budaya Jawa tetap dilestarikan, karena setiap Suroan di kampung ini selalu menggelar pertunjukan wayang kulit.(end)





Berita Terkait

Tahun Tikus Logam, Ini Arah Fengsui untuk Keberuntungan

Imlek, Tradisi Unjung - Unjung di Kampung Pecinan Kapasan Dalam

Warga Tionghoa Gelar Bakti Sosial di Klenteng Tri Darma Pay Lien
Berita Terpopuler
Politisi Golkar : Bu Risma Milik Warga Surabaya, Bukan PDIP
Metropolis  20 jam

Dianggap Pekerja Beresiko, Belasan Jurnalis Ikuti Rapid Test
Peristiwa  20 jam

Hujan Deras Mengguyur Kecamatan Sumawe, Desa Tambakrejo Terendam
Malang Raya  10 jam

Pemudik Positif Covid-19, Keluarga dan Warga Rapid Test
Covid-19  7 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber