Berita Terbaru :
Satreskoba Polresta Malang Kota Bongkar Kasus Narkotika
Libur Panjang, Polisi Sweeping Kendaraan di Batas Kota Antisipasi Penyebaran Covid
Pemulihan Ekonomi Dari Covid 19, Petani Keramba Apung Dapat Bantuan Bibit Lobster
Libur Panjang, Pelayanan Rapid Tes di Stasiun Meningkat
Daop 7 Tambah 4 Perjalanan Kereta Api Selama Libur Panjang
Tempat Wisata di Jalur Jatim Jateng Dipenuhi Pengunjung
Ratusan Kaum Milenial di Jatim Mengikuti Lomba Cipta Lagu Partai Golkar
Antisipasi Penyebaran Corona Saat Libur Panjang, Petugas Awasi Tempat Wisata
Ditutup Peziarah Makam Gus Dur Baca Tahlil di Luar
Puncak Long Weekend PT Kai Daop 8 Operasionalkan 71 Kereta
Daerah Zona Kuning Ada di 23 Kabupaten Kota
Dinas Pendidikan Harus Realisasikan Program Seragam Gratis Jangan Kembali Gagal
Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Mandek di Polda Jatim
Jamaah Ansharu Syariah Malang Demo Boikot Prancis
Ketua Tim Pemenangan MAJU: Pilwali Nyaman dan Kondusif
   

Warga Ring 1 GRR Tuban Studi Banding ke Kilang Cilacap
Pantura  Rabu, 29-01-2020 | 23:07 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Ratusan warga dari Desa Sumurgeneng dan Desa Wadung, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, melakukan studi banding ke pertamina refinery unit IV Cilacap, Jawa Tengah.

Studi banding yang berlangsung pada tanggal 13 sampai 14 Januari 2020 kemarin ini, didampingi Camat Jenu, Moch Maftuchin Riza, anggota Komisi VI DPRD Tuban tulus Setyo Utomo, serta perangkat desa setempat.

Studi banding ini dilakukan agar masyarakat terdampak pengembangan pembangunan refinery development master plant, proyek pertamina kilang grass root refinery Tuban, mengetahui secara langsung dampak positif maupun negatif pembangunan kilang minyak.

Lebih dari 200 rombongan warga Tuban, langsung diajak keliling Cilacap menggunakan bus. Disini, warga diajak untuk melihat langsung kondisi Desa Ring 1 kilang pertamina refinery unit IV Cilacap, hingga meninjau langsung pabrik kilang terbesar se Asia Tenggara ini.

Menurut Ciptono, warga, kunjungan ke Cilacap ini sangat positif. Pasalnya, warga bisa melihat langsung aktifitas warga di sekitar kilang,  hingga kondisi dan aktifitas pekerja di kilang minyak ini. "Masyarakat di sekitar kilang Cilacap tak ada yang tertekan atau kesusahan akibat adanya kilang. Selain itu, suara mesin yang ada di dalam kilang juga tidak bising seperti yang dibayangkan warga," kata Ciptono.
 
Usai melihat langsung kondisi Desa Ring 1 kilang Cilacap dan melihat langsung kondisi kilang Cilacap. Warga kemudian mendengarkan langsung pemaparan dari perwakilan masyarakat yang terdampak kilang Cilacap beserta Camat Cilacap Tengah, Anisa Erma. Keduanya menjelaskan manfaat positif dan negatif berdirinya refinery unit IV Cilacap.

Sementara itu, Moch. Maftuchin, pihak pemerintah Kecamatan Jenu, Tuban, mengucapkan terima kasih kepada pertamina yang telah menginisiasi kegiatan studi banding ini. "Sehingga masyarakat desa terdampak kilang di Tuban, bisa mengetahui, dari proses awal pengadaan tanah untuk kilang, berdirinya kilang, hingga keberadaan kilang yang berada di lingkungan masyarakat," kata Moch Maftuchin Riza.

Selain itu, masyarakat juga mendapatkan dampak positif dan negatif keberadaan kilang, termasuk penanganan jika ada keadaan darurat, hingga multiplayer effect dari keberadaan kilang minyak ini.

Laode S. Mursali, manager comunication & csr pertamina, berharap, proses pembangunan kilang minyak di Tuban, yang saat ini proses pembebasan lahan, segera mendapat dukungan penuh dari warga, agar proyek berjalan lancar dan kilang bisa dapat segera beroperasi. "Sehingga produksinya dapat memenuhi kebutuhan minyak secara nasional," kata Laode S. Mursali.

Sementara itu, hingga kini, pembangunan kilang pertamina grass root refinery Tuban terus bergulir. Saat ini, 563 bidang tanah warga sudah dalam proses musyawarah bentuk ganti rugi. Sementara sisanya, dalam proses identifikasi dan inventarisasi obyek dan subyek pengadaan tanah.

Mega proyek senilai Rp 225 triliun ini akan dibangun diatas lahan seluas 841 hektar. Dengan rincian 384 hektar lahan milik warga di 3 desa di Kecamatan Jenu, yakni Desa Wadung, Kaliuntu, dan Sumurgeneng. Sementara sisanya merupakan lahan perhutani dan lahan kementerian lingkungan hidup. (yos)

Berita Terkait

Warga Ring 1 GRR Tuban Studi Banding ke Kilang Cilacap

Puskesmas Gresik Studi Banding ke Puskesmas Blega
Berita Terpopuler
Machfud Klaim Unggul 20 Persen di Pilkada Surabaya, Poltracking Enggan Buka Suar...selanjutnya
Pilkada  13 jam

Gandeng Ulama Operasi Zebra Pelanggar Lalin dan Prokes Diberi Tausiah
Peristiwa  10 jam

Polsek Ampelgading Dipra Peradilankan
Malang Raya  11 jam

Polisi Ciptakan Laporan Kehilangan Via Aplikasi, Cegah Penyebaran Covid19
Teknologi  24 jam



Cuplikan Berita
Kapal Motor Muatan Solar Terbakar di Dermaga Pulau Gili Ketapang
Pojok Pitu

Jalan Penghubung Antar Kecamatan Longsor, Kendaraan Roda 4 Tidak Bisa Melintas
Pojok Pitu

Truk Penambang Pasir Terseret Banjir Lahar Semeru
Jatim Awan

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber