Berita Terbaru :
Pemerintah Lumajang Cek Gudang Tembakau
Kuota Internet Dari Kemendikbud Belum Cair
Selama Pandemi Covid-19, Pusvetma Gelar Vaksinasi Rabies Secara Drive Thru Pertama Kali
Kreasi di Tengah Pandemi, Mahasiswa Tulungagung Buat Kerajinan Shadow Box Light
Sekda Ponorogo : Rp 200 M Murni Demi Masyarakat, Tidak Ada Kepentingan Politik
Hilangkan Kejenuhan, Siswa Belajar Di Alam Bebas
Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalur Poros Pantura
Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
   

Warga Ring 1 GRR Tuban Studi Banding ke Kilang Cilacap
Pantura  Rabu, 29-01-2020 | 23:07 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Ratusan warga dari Desa Sumurgeneng dan Desa Wadung, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, melakukan studi banding ke pertamina refinery unit IV Cilacap, Jawa Tengah.

Studi banding yang berlangsung pada tanggal 13 sampai 14 Januari 2020 kemarin ini, didampingi Camat Jenu, Moch Maftuchin Riza, anggota Komisi VI DPRD Tuban tulus Setyo Utomo, serta perangkat desa setempat.

Studi banding ini dilakukan agar masyarakat terdampak pengembangan pembangunan refinery development master plant, proyek pertamina kilang grass root refinery Tuban, mengetahui secara langsung dampak positif maupun negatif pembangunan kilang minyak.

Lebih dari 200 rombongan warga Tuban, langsung diajak keliling Cilacap menggunakan bus. Disini, warga diajak untuk melihat langsung kondisi Desa Ring 1 kilang pertamina refinery unit IV Cilacap, hingga meninjau langsung pabrik kilang terbesar se Asia Tenggara ini.

Menurut Ciptono, warga, kunjungan ke Cilacap ini sangat positif. Pasalnya, warga bisa melihat langsung aktifitas warga di sekitar kilang,  hingga kondisi dan aktifitas pekerja di kilang minyak ini. "Masyarakat di sekitar kilang Cilacap tak ada yang tertekan atau kesusahan akibat adanya kilang. Selain itu, suara mesin yang ada di dalam kilang juga tidak bising seperti yang dibayangkan warga," kata Ciptono.
 
Usai melihat langsung kondisi Desa Ring 1 kilang Cilacap dan melihat langsung kondisi kilang Cilacap. Warga kemudian mendengarkan langsung pemaparan dari perwakilan masyarakat yang terdampak kilang Cilacap beserta Camat Cilacap Tengah, Anisa Erma. Keduanya menjelaskan manfaat positif dan negatif berdirinya refinery unit IV Cilacap.

Sementara itu, Moch. Maftuchin, pihak pemerintah Kecamatan Jenu, Tuban, mengucapkan terima kasih kepada pertamina yang telah menginisiasi kegiatan studi banding ini. "Sehingga masyarakat desa terdampak kilang di Tuban, bisa mengetahui, dari proses awal pengadaan tanah untuk kilang, berdirinya kilang, hingga keberadaan kilang yang berada di lingkungan masyarakat," kata Moch Maftuchin Riza.

Selain itu, masyarakat juga mendapatkan dampak positif dan negatif keberadaan kilang, termasuk penanganan jika ada keadaan darurat, hingga multiplayer effect dari keberadaan kilang minyak ini.

Laode S. Mursali, manager comunication & csr pertamina, berharap, proses pembangunan kilang minyak di Tuban, yang saat ini proses pembebasan lahan, segera mendapat dukungan penuh dari warga, agar proyek berjalan lancar dan kilang bisa dapat segera beroperasi. "Sehingga produksinya dapat memenuhi kebutuhan minyak secara nasional," kata Laode S. Mursali.

Sementara itu, hingga kini, pembangunan kilang pertamina grass root refinery Tuban terus bergulir. Saat ini, 563 bidang tanah warga sudah dalam proses musyawarah bentuk ganti rugi. Sementara sisanya, dalam proses identifikasi dan inventarisasi obyek dan subyek pengadaan tanah.

Mega proyek senilai Rp 225 triliun ini akan dibangun diatas lahan seluas 841 hektar. Dengan rincian 384 hektar lahan milik warga di 3 desa di Kecamatan Jenu, yakni Desa Wadung, Kaliuntu, dan Sumurgeneng. Sementara sisanya merupakan lahan perhutani dan lahan kementerian lingkungan hidup. (yos)

Berita Terkait

Warga Ring 1 GRR Tuban Studi Banding ke Kilang Cilacap

Puskesmas Gresik Studi Banding ke Puskesmas Blega
Berita Terpopuler
Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
Peristiwa  8 jam

Hilangkan Kejenuhan, Siswa Belajar Di Alam Bebas
Pendidikan  6 jam

Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalur Poros Pantura
Peristiwa  7 jam

Sekda Ponorogo : Rp 200 M Murni Demi Masyarakat, Tidak Ada Kepentingan Politik
Peristiwa  4 jam



Cuplikan Berita
Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber