Berita Terbaru :
Warga ODP Meninggal Pemakaman Sesuai Protokol Covid 19
Keluarga PDP Meninggal Dunia di Tuban Negatif Covid-19
Bupati dan Forkopinda Bagi - Bagi Masker dan Sembako
Tunda Mudik Atau Diisolasi 14 Hari
RSUD Tongas Khusus Untuk Pasien Covid 19 Resmi Bisa Digunakan
Gedung DPRD Jatim Diusulkan Menjadi Rumah Sakit Darurat Khusus Pasien Covid-19
Pembagian Makan Gratis Abaikan Physical Distancing
Polisi Bubarkan Sabung Ayam dan Keramaian Warga
Kesal Tak Dibelikan, Dua Gadis di Pasuruan Nekad Mencuri Motor
Gara-Gara Uang 10 Juta, Pengacara Diadili
Petugas Amankan, Puluhan Remaja yang Bandel Ditengah Wabah Corona
Pelatihan di Surabaya, Petugas Medis Positif Covid-19
Diduga Kena Semprot Desinfektan, Mata Kiri Karyawan Swasta Rabun Sebelah
Ditlantas Polda Jatim Laksanakan Ops Keselamatn Semeru Gantikan Ops Simpati
Kasus Positif Covid 19 di Jatim Menjadi 189 Orang
   

Syamsul Arifin, ASN Kasus Rasisme Papua Divonis 5 Bulan Penjara
Peristiwa  Kamis, 30-01-2020 | 14:30 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Atas vonis 5 bulan penjara ini, Syamsul Arifin langsung bebas dari Rutan Medaeng. Foto Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Syamsul Arifin, PNS Satpol PP di Kecamatan Tambaksari yang mengucapkan kata SARA di asrama mahasiswa Papua, divonis 5 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (30/1) siang.

Dalam Amar putusannya, majelis hakim yang diketuai Yohanes Hehamoni menyatakan terdakwa Syamsul Arifin terbukti secara sah dan menyakinkan berkata SARA di depan asrama mahasiswa Papua di jalan Kalasan, pada 18 Agustus 2019.

Perbuatan PNS Satpol PP Kecamatan Tambaksari ini jelas melanggar Pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis. Perbuatan terdakwa juga telah melukai hati masyarakat Papua khususnya yang tinggal di Surabaya. "Atas pertimbangan tersebut, hakim menjatuhkan pidana hukuman selama 5 bulan kepada terdakwa Syamsul Arifin," kata Yohanes Hehamoni dalam amar putusan.

Atas vonis 5 bulan membuat Syamsul Arifin larut dalam tangis gembira. Syamsul langsung menyatakan menerima, sementara jaksa penuntut umum yang sebelumnya menuntut 8 bulan penjara menyatakan pikir-pikir.

Pantas Syamsul Arifin gembira, disebabkan sudah menjalani penahanan sejak 30 Agustus 2019 di tahanan Polda Jatim. Serta dilanjutkan di rutan kelas 1 Surabaya di Medaeng Sidoarjo. Artinya Syamsul Arifin langsung bebas dan akan kembali berdinas sebagai PNS di Kecamatan Tambaksari.

Dengan selesainya persidangan Syamsul Arifin ini, maka tinggal dua terdakwa, yakni Tri Susanti alias Mak Susi dan Andria Andriansyah, yang masih menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya. Saat ini Mak Susi yang didakwa menyebarkan berita hoaks, dalam tahap agenda pembelaan usai dituntut 12 bulan penjara. Sedangkan terdakwa Andria Andriansyah, youtuber yang mengunggah video kerusuhan Papua, menunggu agenda vonis majelis hakim. (pul)

Berita Terkait

Syamsul Arifin, ASN Kasus Rasisme Papua Divonis 5 Bulan Penjara

Pengurangan Atlit Masih Menunggu PP Keluar Dari Presiden

Jatim Siap Menjadi Tuan Rumah Pendamping Pon

DPD RI Surati Presiden Terkait Nasib 13 Cabor Yang Gagal Dilombakan Pada PON XX 2020 Papua
Berita Terpopuler
Bupati Siapkan Hotel dan Gedung Sekolah Untuk Karantina Pemudik
Peristiwa  17 jam

Tunda Mudik Atau Diisolasi 14 Hari
Peristiwa  4 jam

Diduga Kena Semprot Desinfektan, Mata Kiri Karyawan Swasta Rabun Sebelah
Metropolis  7 jam

Wabup: Proyek Jembatan Gempol Jadi Catatan Buruk Dinas PUPR dan Rekanan
Sorot  11 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber