Berita Terbaru :
Warga Protes Dugaan Penggelapan Uang Iuran Makam
Seorang Pelajar Ditangkap Usai Beli Narkoba
Penggunaan Bilik Sterilisasi Tidak Efektif
Jalani Perawatan di Rumah Sakit PDP, Seorang Pegawai Kemenag Kota Mojokerto Meninggal Dunia
Suami Jual Isteri Untuk Layanan Seks Threesome Bertarif Rp 2 Juta
Pemkot Surabaya Dapat Bantuan APD dan Bilik Aseptik Dari Ubaya
Hadang Penyebaran Covid-19 di Perbatasan, Petugas Screening Pengendara
Akibat Virus Corona, PMI Jember Kekurangan Stok Darah
Sidang Kasus Aset Pemkot Malang Digelar Melalui Online
RSJ Lawang Siapkan Ruang Isolasi Bagi ODP Pasien ODGJ
Remisi Corona, 26 Narapidana Lapas Mojokerto Bebas Bersyarat
DAMRI Batasi Operasional Bus Cegah Penyebaran Virus
Antisipasi Virus Corona, 49 Narapidana Pulang Bebas Lebih Cepat
Cegah Virus Corona, 777 Napi di Jatim Dibebaskan
Politisi Senior KH Masykur Hasyim Tutup Usia
   

Kreatif, Popok Bayi Disulap Jadi Vas Bunga Hingga Paving
Rehat  Kamis, 30-01-2020 | 23:02 wib
Reporter : Iqbal Mustika dan Handoko Khusumo
Banyuwangi pojokpitu.com, Limbah popok bayi yang seringkali dibuang sembarangan tentunya bisa mencemari lingkungan. Sebab limbah popok susah terurai dan bisa membuat saluran air mudah tersumbat.

Agar warga tak lagi membuang popok bekas ke sungai, sekelompok warga di Kelurahan Taman Baru, Banyuwangi, memiliki ide kreatif mengolah popok bekas menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. Seperti vas bunga, hiasan dinding, hingga paving blok, maupun bata ringan. Basecamp sederhana itu berada di jalan Karangasem Nomor 06, Kelurahan Taman Baru, Banyuwangi. Di halaman rumah milik warga ini, beberapa kerajinan seperti pot bunga, hiasan dinding, asbak, hingga paving blok, dan bata ringan ditata rapi untuk dipamerkan kepada warga yang melintas.

Kerajinan-kerajinan tangan sederhana terbuat dari limbah popok bayi yang biasanya dibuang sembarangan oleh warga di aliran sungai. Berbekal keprihatinan banyaknya warga yang membuang limbah popok bayi secara sembarangan itu, maka Komunitas Peduli Limbah Taman Baru (Komplit) mulai berinovasi.

Choirul Anwar sang penggagas ide kreatif, mengaku setiap hari mulai ramai didatangi warga yang mendonasikan popok-popok bekas bayinya untuk dijadikan bahan baku kerajinan. Warga yang datang tak perlu khawatir harus membersihkan terlebih dahulu popok bekas tersebut sebelum serahkan. Sebab komunitas tersebut tetap menerima, sekalipun popok bekas tersebut masih tersisa kotoran maupun air seni dari sang bayi.

Setelah limbah popok terkumpul, mulai mengolah limbah popok. Limbah popok harus direndam  semalaman. Selain agar tekstur popok menjadi lembek dan bisa menjadi adonan. Merendam popok ini juga bertujuan agar kotoran yang ada pada popok bisa dengan mudah dipisahkan. Langkah itu juga untuk mempermudah proses pemilahan gel yang ada didalam kain popok untuk nantinya dijadikan bahan baku.

Setelah terpisah, gel popok bayi yang direndam dicampur dengan sebuah formula agar adonan bisa lengket dan mudah dibentuk. Selama proses itu, seluruh perajin harus menggunakan masker, maupun sarung tangan, agar tak mudah terkena virus-virus yang ada pada popok-popok tersebut. Jika langkah mengolah adonan selesai, barulah proses cetak dilakukan sesuai bentuk kerajinan yang diinginkan.

Selanjutnya, kerajinan-kerajinan setengah jadi masuk ke proses pewarnaan menggunakan cat tembok untuk kemudian di jemur di bawah terik matahari. "Dalam sehari jika cuaca mendukung, kami bisa memproduksi 5 hingga 10 macam kerajinan berbagai bentuk, maupun paving blok, dan bata ringan. Semua itu dilakukan secara swadaya agar masyarakat tak membuang limbah popok bayinya secara sembarangan di sungai yang dapat mencemari lingkungan," kata Choirul Anwar.

Sementara itu Abdur Rachman Lurah Taman Baru mengaku, meski baru berjalan sejak 3 bulan terakhir, ide kreatif mengolah limbah popok bayi menjadi barang bernilai ekonomis semakin dilirik warga. Terbukti mulai banyak didatangi warga yang ingin mendonasikan limbah popok bayinya. Serta warga yang datang ingin membeli hasil kerajinan dari limbah popok bayi untuk dijadikan hiasan.

Pihak komunitas tidak mematok harga hasil kerajinan. Terpenting, dari hasil inovasi itu bisa mengedukasi, agar warga tak lagi membuang limbah popok secara sembarangan ke sungai-sungai. Karena dapat mencemari lingkungan, dan tentunya dapat menimbulkan banjir. (PUL)

Berita Terkait

Kreatif, Popok Bayi Disulap Jadi Vas Bunga Hingga Paving
Berita Terpopuler
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Metropolis  6 jam

5,9 Juta Pelanggan Listrik di Jawa Timur Akan Dapatkan Keringanan Pembayaran
Metropolis  10 jam

Physical Distancing Tutup Jalur Penarukan-Malang Guna Memutus Rantai Penyebaran ...selanjutnya
Malang Raya  6 jam

Pendapatan Makin Menurun, Tukang Becak Makin Terdesak Kebutuhan Hidup
Peristiwa  12 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan

Gencar Tracking, Pasca Dipastikan Positif Covid 19 di Kecamatan Geger
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber