Berita Terbaru :
Polisi Bubarkan Aktifitas Pasar Sapi Jember
Diterjang Puting Beliung Puluhan Rumah Rusak Parah
Komunitas Yutuber Mojokerto Berikan Kado dan Dukungan Untuk Tim Medis
Pasien Dalam Pengawasan Covid 19 Asal Jombang Meninggal Dunia
Syarat Pasien Sembuh Covid-19, Pelayanan Medis Harus Bagus
Bondowoso Satu Keluarga Tewas Masuk Septic Tank 20 Meter
Belum Ada Hasil Positif Covid-19, Dewan Minta Penutupan Pasar Kapasan Ditunda
Pemprov Jatim Anggarkan Rp 2,3 Triliun Untuk Penanganan Covid19
Polisi dan Bonek Sterilisasi dan Bagi Nasi Untuk Ojol
Diduga Korsleting Listrik Ruko Dalam Pasar Ludoyo Terbakar
Sebuah Rumah di Ketintang Ambruk, Dua Penghuni Tewas
Benarkah Virus Corona Bisa Menular Lewat Donor Darah?
Penelitian IPB dan UI tentang Antivirus Corona, Semoga Bermanfaat
Sepak Terjang Kader Posyandu Perangi Covid-19
Pembatasan Aktivitas Sosial Akibatkan Rumah Pijat Tunanetra Terancam Gulung Tikar
   

Jembatan Penghubung Antar Desa Ambruk, 100 KK Terisolasi
Sorot  Jum'at, 31-01-2020 | 12:55 wib
Reporter : Rafli Firmansyah
Akibat runtuhnya jembatan, sedikitnya 100 KK, warga yang bekerja sebagai petani dari 2 desa terdampak terpaksa harus memutar arah sejauh 4 kilometer. Foto: Rafli Firmansyah
Malang pojokpitu.com, Sebuah jembatan yang menghubungkan 2 desa di Kecamatan Dau Kabupaten Malang ambruk setelah diterjang banjir bandang yang terjadi pada Kamis (30/1) sore.

Derasnya aliran sungai metro saat hujan mengguyur mengakibatkan jembatan penghubung desa Gading Kulon dan Desa Selorejo Kecamatan Dau Kabupaten Malang ambrol.Peristiwa terjadi pukul 14.30 WIB. Beberapa saat kemudian derasnya arus sungai metro yang membawa material kayu dan batu dari kawasan pegunungan membuat plensengan dan jembatan yang baru selesai dibangun Agustus 2019 longsor dan runtuh seketika.

Kepala Desa Gading Kulon, Wahyu Edi Priyanto mengatakan,bahwa selama beberapa tahun terakhir, baru kali ini menyaksikan arus sungai metro deras saat hujan. "Kuatnya arus sungai akibat dampak kebakaran hutan di gunung butak pada pertengahan 2019 silam," kata Wahyu Edi.

Sementara itu Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Romdhoni mengatakan, jembatan sepanjang 10 meter dan selebar 6 meter ini dianggarkan melalui APBD 2019 sebagai jalan penghubung antar 2 desa dengan nilai sebesar Rp 400 juta. Menanggapi peristiwa ini, pihaknya akan segera membangun ulang jembatan. (pul/VD:YAN)

Berita Terkait

Jembatan Roboh di Dau Telah Dipantau DPRD Kabupaten Malang

Jembatan Penghubung Antar Desa Ambruk, 100 KK Terisolasi

BPBD Jombang Kesulitan Evakuasi Potongan Jembatan Terseret Enceng Gondok

Kiriman Enceng Gondok Putuskan Jembatan Desa
Berita Terpopuler
Belum Ada Hasil Positif Covid-19, Dewan Minta Penutupan Pasar Kapasan Ditunda
Metropolis  2 jam

Kata Pasien COVID-19, Virus Corona Bukan Soal Penyakit Saja
Covid-19  7 jam

Dampak Covid-19, 34 Warga Binaan Madiun Dibebaskan
Hukum  15 jam

Polres Blitar Kota Ungkap 295 Kasus Dalam Operasi Pekat
Peristiwa  13 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Jatim Awan

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber