Berita Terbaru :
Tradisi Mandi di Laut Saat Lebaran Ketupat
Kabupaten Gresik Siap Menghadapi New Normal Dengan Penguatan Aturan
Masa Transisi New Normal Berlangsung Selama 14 Hari
Jawa Timur Sentuh Angka 4583 Orang Terkonfirmasi Positif Covid 19
Mobil Combat Laboratorium Sudah di Surabaya dan Akan Ditambah 1 Unit
HUT Surabaya, Masyarakat Berziarah Ke Makam Bung Tomo dan Dokter Soetomo
Surabaya Zona Merah, BIN Perpanjang Waktu Rapid Test Massal
Miliki Jiwa Sosial Tinggi, RT/RW di Surabaya Bentuk GERMAS Menangkan Machfud Arifin
Dengan Nasi Tumpeng, Walikota Surabaya Peringati Hari Jadi Surabaya Ke 722
Seorang Nenek Ditemukan Tewas Membusuk Di Dalam Rumah
Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Antisipasi Covid - 19 Pasca Libur Lebaran, Ratusan Karyawan Pabrik Dirapid Test
Kuliner Khas Madura Yang Hanya Dibuat di Hari Ke-7 Setelah Lebaran
Pemudik Positif Covid-19, Keluarga dan Warga Rapid Test
Kasus Positif Covid-19 di Tulungagung Bertambah 7 Orang, 2 Di Antaranya Ibu Yang Melahirkan
   

Cap Goh Meh, Menjadi Ajang Menjaga Kerukunan dan Toleransi
Metropolis  Sabtu, 01-02-2020 | 17:34 wib
Reporter : Bagus Setiawan
Seperti inilah perayaan cap goh meh yang digelar dirumah salah seorang warga keturunan china yang tinggal dikawasan Rungkut Mapan Barat Surabaya. Foto: Bagus Setiawan
Surabaya pojokpitu.com, Di Surabaya terdapat kampung yang masih eksis melestarikan tradisi merayakan cap goh meh. Meski berbeda agama dan etnis, warganya tetap menjaga kerukunan dan toleransi beragama, dengan saling mengunjungi rumah warga keturunan china.

Meski berlangsung sederhana, perayaan cap goh meh dikampung ini tetap meriah. Lampu-lampu lampion dan spanduk perayaan imlek juga menghiasi  disepanjang jalan kampung tersebut.

Warga ditempat ini memang memiliki tradisi unik dalam merayakan imlek maupun cap goh meh. Meski berbeda agama dan etnis, warga setempat tetap menjaga kerukunan dan toleransi.

Tania Guan, warga keturunan China, mengatakan, layaknya hari raya lebaran, ibu - ibu dikampung ini menjaga tradisi saling berkunjung di salah satu rumah warga yang merayakan cap goh meh.

"Tak hanya bersilahturahmi, kita juga bisa menikmati hidangan makanan khas china yang disuguhkan oleh tuan rumah. Seperti kue, permen kembang gula, manisan dan buah-buahan," kata Tania Guan.

Warga berharap dengan perayaan imlek dan cap goh meh, bisa menjadi moment saling menjaga kerukunan dan toleransi antar umat beragama. (yos)






Berita Terkait

Cap Goh Meh, Menjadi Ajang Menjaga Kerukunan dan Toleransi

Tahun Tikus Logam, Ini Arah Fengsui untuk Keberuntungan

Libur Imlek Bongkar Muat di Pelabuhan Rakyat Gresik Sepi

Imlek, Tradisi Unjung - Unjung di Kampung Pecinan Kapasan Dalam
Berita Terpopuler
Politisi Golkar : Bu Risma Milik Warga Surabaya, Bukan PDIP
Metropolis  21 jam

Pemudik Positif Covid-19, Keluarga dan Warga Rapid Test
Covid-19  9 jam

Dianggap Pekerja Beresiko, Belasan Jurnalis Ikuti Rapid Test
Peristiwa  22 jam

Hujan Deras Mengguyur Kecamatan Sumawe, Desa Tambakrejo Terendam
Malang Raya  11 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber