Berita Terbaru :
Diguyur Hujan Deras Semalam, Sejumlah Rumah di Pacitan Tertimpa Longsor
Dewan Soroti Rusun Pandugo, Pemberian Kunci Dipolitisir
Warga Menolak Janazah Cucu Pengikut Aliran Syiah Dikubur di Desanya
Libur Panjang, KAI Prediksi Terjadi Kenaikan Penumpang 15 Persen
Diduga Menyalip Kiri, PNS Tewas Terlindas Truk
DPW PSI Deklarasi Menangkan Machfud Arifin-Mujiaman
Diduga Lakukan Ujaran Kebencian dan Pembohongan Publik, Risma-Irvan Dilaporkan Polda
Libur Panjang, Ratusan Personil Gabungan Disiagakan
Diterjang Angin Kencang, Pohon Angsana Tumbang Dan Tutupi Badan Jalan Pantura
Sering Memangsa Ternak, Ular Sanca Berukuran Besar Ditangkap Warga
Belum Dimanfaatkan, Bangunan Ngawi Food Street Mulai Rusak
Jelang Long Weekend, Dishub Gelar Ramp Check Bus
Mobil PCR Magetan Diusulkan ke Kemenkes Jadi Jejaring Laboratorium
Razia Masker Pengunjung Wisata Alam, yang Bermasker Diberikan Hadiah
Dua Pelaku Pencuri Hewan Dibekuk Reskrim Polsek Poncokusumo
   

Cap Goh Meh, Menjadi Ajang Menjaga Kerukunan dan Toleransi
Metropolis  Sabtu, 01-02-2020 | 17:34 wib
Reporter : Bagus Setiawan
Seperti inilah perayaan cap goh meh yang digelar dirumah salah seorang warga keturunan china yang tinggal dikawasan Rungkut Mapan Barat Surabaya. Foto: Bagus Setiawan
Surabaya pojokpitu.com, Di Surabaya terdapat kampung yang masih eksis melestarikan tradisi merayakan cap goh meh. Meski berbeda agama dan etnis, warganya tetap menjaga kerukunan dan toleransi beragama, dengan saling mengunjungi rumah warga keturunan china.

Meski berlangsung sederhana, perayaan cap goh meh dikampung ini tetap meriah. Lampu-lampu lampion dan spanduk perayaan imlek juga menghiasi  disepanjang jalan kampung tersebut.

Warga ditempat ini memang memiliki tradisi unik dalam merayakan imlek maupun cap goh meh. Meski berbeda agama dan etnis, warga setempat tetap menjaga kerukunan dan toleransi.

Tania Guan, warga keturunan China, mengatakan, layaknya hari raya lebaran, ibu - ibu dikampung ini menjaga tradisi saling berkunjung di salah satu rumah warga yang merayakan cap goh meh.

"Tak hanya bersilahturahmi, kita juga bisa menikmati hidangan makanan khas china yang disuguhkan oleh tuan rumah. Seperti kue, permen kembang gula, manisan dan buah-buahan," kata Tania Guan.

Warga berharap dengan perayaan imlek dan cap goh meh, bisa menjadi moment saling menjaga kerukunan dan toleransi antar umat beragama. (yos)






Berita Terkait

Cap Goh Meh, Menjadi Ajang Menjaga Kerukunan dan Toleransi

Tahun Tikus Logam, Ini Arah Fengsui untuk Keberuntungan

Libur Imlek Bongkar Muat di Pelabuhan Rakyat Gresik Sepi

Imlek, Tradisi Unjung - Unjung di Kampung Pecinan Kapasan Dalam
Berita Terpopuler
Diduga Lakukan Ujaran Kebencian dan Pembohongan Publik, Risma-Irvan Dilaporkan P...selanjutnya
Politik  4 jam

DPW PSI Deklarasi Menangkan Machfud Arifin-Mujiaman
Politik  3 jam

Sering Memangsa Ternak, Ular Sanca Berukuran Besar Ditangkap Warga
Peristiwa  7 jam

Diduga Menyalip Kiri, PNS Tewas Terlindas Truk
Peristiwa  2 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber