Berita Terbaru :
Perbaiki Atap, Seorang Pekerja Tersengat Listrik
Antisipasi Aksi Borong Waspada Covid 19, Petugas Operasi Pasar
Mengaku Rugi Rp 2,3 Miliar, Arema Fc Akan Berlatih 1 Juni
Tebing Sungai Longsor Setiap Hujan Datang, Warga Kian Resah
Terhambat Status Keadaan Darurat, DPRD Tunda Sidang Pembahasan LPKJ
Hadang Penyebaran Covid 19 Warga Berlakukan Satu Pintu Masuk
Pandemi Covid-19, Gebyar Labuhan Sarangan Ditiadakan
Info Terbaru, Indonesia Datangkan 20 Alat PCR Dari Swiss
Penipuan Masker Melalui Online Senilai Rp 250 Juta, Begini Modusnya
Gubernur Berharap Wabah Covid 19 Segera Berakhir
Begini Pengakuan Pasien Sembuh Corona, Resepnya Makan Banyak
Tentang Meningitis, Penyakit yang Membuat Glenn Fredly Meninggal
Tuhan, Jagain Mas Glenn ya, Aku Sayang Banget Sama Dia
KAI Daop 7 Wajibkan Penumpang Gunakan Masker
Dishub Pamekasan Cek Penumpang Kendaraan Pribadi di Terminal Barang
   

Cap Goh Meh, Menjadi Ajang Menjaga Kerukunan dan Toleransi
Metropolis  Sabtu, 01-02-2020 | 17:34 wib
Reporter : Bagus Setiawan
Seperti inilah perayaan cap goh meh yang digelar dirumah salah seorang warga keturunan china yang tinggal dikawasan Rungkut Mapan Barat Surabaya. Foto: Bagus Setiawan
Surabaya pojokpitu.com, Di Surabaya terdapat kampung yang masih eksis melestarikan tradisi merayakan cap goh meh. Meski berbeda agama dan etnis, warganya tetap menjaga kerukunan dan toleransi beragama, dengan saling mengunjungi rumah warga keturunan china.

Meski berlangsung sederhana, perayaan cap goh meh dikampung ini tetap meriah. Lampu-lampu lampion dan spanduk perayaan imlek juga menghiasi  disepanjang jalan kampung tersebut.

Warga ditempat ini memang memiliki tradisi unik dalam merayakan imlek maupun cap goh meh. Meski berbeda agama dan etnis, warga setempat tetap menjaga kerukunan dan toleransi.

Tania Guan, warga keturunan China, mengatakan, layaknya hari raya lebaran, ibu - ibu dikampung ini menjaga tradisi saling berkunjung di salah satu rumah warga yang merayakan cap goh meh.

"Tak hanya bersilahturahmi, kita juga bisa menikmati hidangan makanan khas china yang disuguhkan oleh tuan rumah. Seperti kue, permen kembang gula, manisan dan buah-buahan," kata Tania Guan.

Warga berharap dengan perayaan imlek dan cap goh meh, bisa menjadi moment saling menjaga kerukunan dan toleransi antar umat beragama. (yos)






Berita Terkait

Cap Goh Meh, Menjadi Ajang Menjaga Kerukunan dan Toleransi

Tahun Tikus Logam, Ini Arah Fengsui untuk Keberuntungan

Libur Imlek Bongkar Muat di Pelabuhan Rakyat Gresik Sepi

Imlek, Tradisi Unjung - Unjung di Kampung Pecinan Kapasan Dalam
Berita Terpopuler
Jelang Puasa dan Dampak Corona, Harga Daging Naik
Ekonomi Dan Bisnis  9 jam

Tebing Sungai Longsor Setiap Hujan Datang, Warga Kian Resah
Peristiwa  1 jam

Aplikasi Ini Tawarkan Gratis Kuota Selama di Rumah Saja
Teknologi  14 jam

FK Unair Sumbang Washable Hazmat ke RSUD dr Soetomo
Metropolis  10 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber