Berita Terbaru :
Tim Gugus Tugas Covid 19 Ponorogo Sudah Lakukan 2000 Rapid Tes
Bupati Intruksikan Tegas Lakukan Pembubaran Tempat Berkumpulnya Warga
KPU Butuh Tambahan Anggaran Rp 9 Miliar Untuk Penerapan Protokol Kesehatan
Cafe Kopi yang Ditemukan 6 OTG Ditutup Sementara
Harga Empon-Empon Anjlok di Pasar Tradisional
Pemegang Senpi di Polres Malang Diperiksa
   

Puluhan Petani Demo Bangunan Cafe yang Menyumpat Saluran Pertanian
Mataraman  Jum'at, 14-02-2020 | 12:15 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com, Puluhan petani di nganjuk raai-ramai mendatangi bangunan cafe yang ada di desa sebelah. Massa memprotes atas bangunan saluran air diatas tanah pemerintah yang lebih kecil dari saluran pemerintah, yang berdampak pada saluran air mampet dan mengancam irigasi sawah warga. Mereka meminta agar pemilik cave membongkar dan menyesuaikan dengan saluran milik pemerintah.

Sekitar 50 petani dari dua desa terdampak saluran air, Desa Ngangkatan dan Desa Talang Kecamatan Rejoso Nganjuk, Jumat (1/2) poagi melakukan aksi protes di depan bangunan cave arni di Desa Ngangkatan Rejoso Nganjuk.

Massa berjalan dari kantor desa menuju cafe dengan membawa poster. Mereka juga memasang postet di dalam genangan air disisi salurqm bangunan cafe Arni yang mampet dan tidak mengalir ke persawahan.

Suparlan, Kades Desa Talang, mengatakan, ada sekitar 1 hektar lebih sawah petani disekitar lokasi cave arni terdampak langsung, area sawah yang baru ditanami padi rusak akibat genangan air luberan dari drainase sungai muara ke persawahan dan sungai besar.

Namun jika terjadi hujan deras, maka dimungkinkan akan berdampak ke puluhan hektar sawah petani. Petani menuntut agar bangunan saluran yang dibangun oleh Cafe Arni bisa di bongkar dan diperlebar sesuai dengan lebat saluran sebelumnya selebat 2 meter lebih. "Jika pemilik cafe tidak segera membongkar, maka warga siap menbongkar paksa saluran tersebut," kata Suparlan.

Sementara Putut Subagio, pemilik Cafe Arni, mengaku sepakat dengan apa yang menjadi tuntutan warga, pihaknya sudah mulai membongkar gorong gorong. Namun jika melebarkan sesuai yang ada sebelumnya, pihaknya masih perlu melakukan koordinasi dengan dinas terkait.

Usai dilakukan mediasi bersama dan semua pihak memutuskan akan dilakukan rapat kembali pada senin depan bersama dinas terkait. (yos)

Berita Terkait

Puluhan Petani Demo Bangunan Cafe yang Menyumpat Saluran Pertanian

Gelar Demo, Ribuan Petani Tambak Ajak Ketua DPRD Long March

Demo Ratusan Petani di Kediri Diwarnai Aksi Saling Dorong

Bangun Drainase Terlalu Dalam, Petani Protes ke Desa
Berita Terpopuler
Pemegang Senpi di Polres Malang Diperiksa
Malang Raya  5 jam

Cafe Kopi yang Ditemukan 6 OTG Ditutup Sementara
Malang Raya  4 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber