Berita Terbaru :
Perbaiki Atap, Seorang Pekerja Tersengat Listrik
Antisipasi Aksi Borong Waspada Covid 19, Petugas Operasi Pasar
Mengaku Rugi Rp 2,3 Miliar, Arema Fc Akan Berlatih 1 Juni
Tebing Sungai Longsor Setiap Hujan Datang, Warga Kian Resah
Terhambat Status Keadaan Darurat, DPRD Tunda Sidang Pembahasan LPKJ
Hadang Penyebaran Covid 19 Warga Berlakukan Satu Pintu Masuk
Pandemi Covid-19, Gebyar Labuhan Sarangan Ditiadakan
Info Terbaru, Indonesia Datangkan 20 Alat PCR Dari Swiss
Penipuan Masker Melalui Online Senilai Rp 250 Juta, Begini Modusnya
Gubernur Berharap Wabah Covid 19 Segera Berakhir
Begini Pengakuan Pasien Sembuh Corona, Resepnya Makan Banyak
Tentang Meningitis, Penyakit yang Membuat Glenn Fredly Meninggal
Tuhan, Jagain Mas Glenn ya, Aku Sayang Banget Sama Dia
KAI Daop 7 Wajibkan Penumpang Gunakan Masker
Dishub Pamekasan Cek Penumpang Kendaraan Pribadi di Terminal Barang
   

Puluhan Petani Demo Bangunan Cafe yang Menyumpat Saluran Pertanian
Mataraman  Jum'at, 14-02-2020 | 12:15 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com, Puluhan petani di nganjuk raai-ramai mendatangi bangunan cafe yang ada di desa sebelah. Massa memprotes atas bangunan saluran air diatas tanah pemerintah yang lebih kecil dari saluran pemerintah, yang berdampak pada saluran air mampet dan mengancam irigasi sawah warga. Mereka meminta agar pemilik cave membongkar dan menyesuaikan dengan saluran milik pemerintah.

Sekitar 50 petani dari dua desa terdampak saluran air, Desa Ngangkatan dan Desa Talang Kecamatan Rejoso Nganjuk, Jumat (1/2) poagi melakukan aksi protes di depan bangunan cave arni di Desa Ngangkatan Rejoso Nganjuk.

Massa berjalan dari kantor desa menuju cafe dengan membawa poster. Mereka juga memasang postet di dalam genangan air disisi salurqm bangunan cafe Arni yang mampet dan tidak mengalir ke persawahan.

Suparlan, Kades Desa Talang, mengatakan, ada sekitar 1 hektar lebih sawah petani disekitar lokasi cave arni terdampak langsung, area sawah yang baru ditanami padi rusak akibat genangan air luberan dari drainase sungai muara ke persawahan dan sungai besar.

Namun jika terjadi hujan deras, maka dimungkinkan akan berdampak ke puluhan hektar sawah petani. Petani menuntut agar bangunan saluran yang dibangun oleh Cafe Arni bisa di bongkar dan diperlebar sesuai dengan lebat saluran sebelumnya selebat 2 meter lebih. "Jika pemilik cafe tidak segera membongkar, maka warga siap menbongkar paksa saluran tersebut," kata Suparlan.

Sementara Putut Subagio, pemilik Cafe Arni, mengaku sepakat dengan apa yang menjadi tuntutan warga, pihaknya sudah mulai membongkar gorong gorong. Namun jika melebarkan sesuai yang ada sebelumnya, pihaknya masih perlu melakukan koordinasi dengan dinas terkait.

Usai dilakukan mediasi bersama dan semua pihak memutuskan akan dilakukan rapat kembali pada senin depan bersama dinas terkait. (yos)

Berita Terkait

Puluhan Petani Demo Bangunan Cafe yang Menyumpat Saluran Pertanian

Gelar Demo, Ribuan Petani Tambak Ajak Ketua DPRD Long March

Demo Ratusan Petani di Kediri Diwarnai Aksi Saling Dorong

Bangun Drainase Terlalu Dalam, Petani Protes ke Desa
Berita Terpopuler
Jelang Puasa dan Dampak Corona, Harga Daging Naik
Ekonomi Dan Bisnis  9 jam

Tebing Sungai Longsor Setiap Hujan Datang, Warga Kian Resah
Peristiwa  1 jam

Aplikasi Ini Tawarkan Gratis Kuota Selama di Rumah Saja
Teknologi  14 jam

FK Unair Sumbang Washable Hazmat ke RSUD dr Soetomo
Metropolis  10 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber