Berita Terbaru :
Pasokan Darah Berkurang, PMI Gelar Donor Darah di Mapolres Lumajang
Walikota Bongkar Warung Untuk Penataan Kawasan Sumber Umis
Polres Blitar Kota Ungkap 295 Kasus Dalam Operasi Pekat
Dampak Covid-19, 34 Warga Binaan Madiun Dibebaskan
   

Sebanyak 15 Korban Tertipu Masker Corona Rp 200 Juta
Mataraman  Senin, 17-02-2020 | 11:00 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Riska Fatmawati (23) warga Kediri, mendatangi kantor pengacara Wahyu Prio Djatmiko di Nganjuk. Foto: Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com, Seorang gadis mengaku tertipu atas bisnis masker virus corona melalui perdagangan online. Tak tanggung tanggung korban tertipu hingga Rp 200 juta dengan total 15 korban.

Dengan pembelian Rp 200 juta, seharusnya ia menerima ratusan karton kardus berisikan masker. Namun oleh penjual hanya dikirim 1 kardus kecil yang hanya berisikan 5 lembar kertas bekas ujian sekolah.

Riska Fatmawati (23) warga Kediri, mendatangi kantor pengacara Wahyu Prio Djatmiko di Nganjuk. Riska melaporkan dirinya yang menjadi korban penipuan sebesar Rp 200 juta.

Penipuan itu bermula saat riska bersama ke 15 rekan kerjanya membeli masker dengan jumlah besar untuk dikirim ke Hongkong, karena adanya permintaan masker dari rekannya yang ada di Hongkong saat kasus penyebaran virus corona.

Riska membeli ke pelaku dengan cara pembelian online via facebook, dari medsos itu pelaku dikenal bernama Nur yang beralamat di Mataram.
Karena pelaku meminta uang muka maka korban mentransfer  uang muka sebesar Rp 100 juta dari total pembelian Rp 200 juta, ke rekening atas nama Silviana Widiyanti Sari, beralamatkan di cempaka putih.

Usai mentransfer, pelaku memberikan nomor resi  pengiriman barang yang ditujukan ke rumah riska dan satu korban lain rekan dari Riska.

Namun korban kaget ternyata barang yang diterima bukanlah masker  dalam puluhan karton kardus menggunakan kontainer, ternyata yang dikirim oleh pelaku adalah 5 kertas soal soal ujian sekokah dalam kardus kemasan susu cerelac.

Ironisnya korban juga sudah mentransfer sisanya uang muka sebesar 100 juta ke nomor rekening yang sama. Korban percaya karena pelaku mengirimkan no resi pengiriman ke korban.

Menurut Riska, ia baru tahun 2020 ini memulai jual beli tersebut, dan uang Rp 200 juta merupakan uang kumpulan dari 15 korban yang dibuat beli masker. "Atas kasus ini, saya mendatangi pengacara guna meminta agar kasusnya bisa secepatnya di usut tuntas dan pelaku bisa tertangkap," jelas Riska Fatmawati.

Sementara menurut Wahyu Prio Djatmiko, kuasa hukum korban, ia sudah melaporkan kasus tersebut ke Polda Jatim, mengingat kasus penipuan sudah lintas kabupaten. "Sebab dari 15 korban merupakan warga dari kabupaten yang berbeda beda," ujar Wahyu Prio Djatmiko.

Ia berharap aparat penegak hukum bisa secepatnya menangkap pelaku, sehingga tidak ada korban korban selanjutnya. (yos/VD:YAN)

Berita Terkait

Cerita Pengusaha yang Mulai Terkena Dampak Virus Corona

Cegah Corona, Makam Sunan Bonang dan Asmoroqondi Ditutup

Corona Siaga, Tak Pengaruhi Aktivitas Pasar

Imbas Corona, Jatim Park Group Tutup Sebulan
Berita Terpopuler
Dampak Covid-19, 34 Warga Binaan Madiun Dibebaskan
Hukum  4 jam

Polres Blitar Kota Ungkap 295 Kasus Dalam Operasi Pekat
Peristiwa  3 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Jatim Awan

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber