Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Rehat 

Serangan hama tikus yang sudah merusak tanaman padi petani di Jombang, membuat komunitas bediler melakukan aksi sosial. Foto Saiful Mualimin
Bantu Petani, Komunitas Bediler Buru Tikus Sukarela
Rabu, 19-02-2020 | 20:14 wib
Oleh : Saiful Mualimin
Jombang pojokpitu.com, Komunitas bediler dari berbagai wilayah bergabung untuk turut membasmi hama hewan tikus. Meskipun tanpa imbalan, para penghoby senapan angin rela berburu hingga larut malam.

Sebelum menyisir kawasan pertanian para penembak senapan angin berkumpul di salah satu rumah petani di Dusun Banjarsari, Desa Bareng, Kecamatan Bareng, Jombang. Mereka akan berburu tikus yang selama ini meresahkan. 

Dalam berburu, puluhan penghoby senapan angin menyebar menjadi beberapa kelompok. Masing-masing dilengkapi dengan peralatan menembak, mulai dari amunisi hingga lampu senter. Juga anggota yang bertugas mengambil tikus hasil buruan. Mereka akan langsung menembak tikus yang tertangkap lampu senter.

Lek Damis, Ketua Komunitas Bediler Jombang mengatakan, perburuan hama sebagai bentuk kepedulian komunitas pada petani. Pasalnya serangan hama sudah mengganggu kenyamanan petani. "Tanaman padi yang baru ditanam hingga yang sudah berbuah tidak lepas dari serangan hama tikus. Dalam semalam biasanya komunitas kami bisa membasmi 300 tikus jika kondisi tidak hujan," kata Lek Damis.
 
Penghoby senapan angin membantu petani dengan sukarela. Komunitas yang ikut dalam setiap kali berburu, berasal dari berbagai wilayah. Jumlahnya bisa mencapai 100 penembak lebih dalam sekali aksi.  (pul)

Berita Terkait


Bantu Petani, Komunitas Bediler Buru Tikus Sukarela

Pro dan Kontra Jebakan Tikus Listrik


Seorang Petani Tewas Tersengat Listrik Kawat Jebakan Tikus

Petani Tewas Tersengat Listrik Jebakan Tikus Miliknya Sendiri
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber