Berita Terbaru :
Masya Allah, Karangan Bunga Daeng Beta Seratusan. Iki Tanda Khofifah Wong Gedhe
Lawan Covid-19, Komunitas Exodus Bagikan APD ke Puskesmas dan Ojol
Lawan Covid 19, Warga Perumahan di Mojokerto Bersama Berjemur Badan
Dampak Corona, Travel Umroh Dan Haji Alami Penurunan Omzet 75 Persen
Menyantap Gurihnya Lontong Pedal Khas Bojonegoro
Antisipasi Penyebaran Virus Covid 19, Muspika dan Pemdes Bagi Masker
Dirumahkan, Karyawan Homestay Produksi Masker
Selangkah Lagi Pasangan OK Kantongi Rekom Partai Golkar
Akibat Masker Mulai Langka, Warga Binaan Rutan Trenggalek Produksi Masker Sendiri
Bantuan 100 APD Hazmat Suit Berupa Baju Pelindung Untuk Tenaga Medis Bojonegoro
Pelaku Pembunuhan di Kebun Ternyata Suaminya Sendiri
Cerita Pengusaha Konveksi di Tengah Wabah Covid-19
Dampak Covid-19, Okupansi Hotel dan Restoran di Tulungagung Tinggal 8 Persen
Polisi Salurkan Bantuan Paket Sembako Untuk Warga Kurang Mampu
Calon Wisata Sumber Umis Dilirik Investor
   

Kepsek Mengaku Tak Menahan Raport Siswa
Mataraman  Senin, 24-02-2020 | 14:01 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Wardi, Kepala Sekolah SD Negeri Paron Kecamatan Bagor Nganjuk
Nganjuk pojokpitu.com, Pasca keluhan wali murid terkait iuran siswa dan dugaan penahanan raport siswa dibantah oleh pihak sekolah. Pihak sekolah mengaku tidak pernah menahan raport siswa, karena raport adalah hak siswa. Terkait iuran paguyuban, itu merupakan diluar kewenangan sekolah.

Pasca adanya keluhan Suryati, seorang janda warga Desa Paron Kecamatan Bagor Nganjuk, atas iuran Rp 6 ribu per siswa, dan adanya penahanan raport dibantah oleh Wardi, Kepala Sekolah SD Negeri Paron Kecamatan Bagor Nganjuk. "Sekolah tidak pernah menahan raport siswa, karena raport merupakan hak dari siswa dan langsung diberikan oleh guru kelas ke masing masing siswanya," jelas Suryati.

Terkait adanya iuran yang dilakukan oleh paguyuban masing masing kelas, merupakan kesepakatan masing masing wali murid dan tidak ada kaitannya dengan pihak sekolah.

Sementara Partono, penanggungjawab Komite Sekolah, mengaku prihatin dengan kondisi fisik sekolah, sebab banyak bagian fisik sekolah yang harus dibangun tapi tidak juga dapat bantuan dari pemerintah.  "Sedangkan dana iuran paguyuban sebesar Rp 6 ribu persiswa digunakan untuk membangun pagar sekolah, taman bunga dan upah pekerja penyebrang jalan saat siswa pulang," kata Partono.

Sebelumnya seorang wali murid SDN Paron Bagor Nganjuk keberatan atas iuran dari paguyuban sekolah, ia meminta agar dirinya bisa digratiskan dari iuran tersebut. (yos)

Berita Terkait

Kepsek Mengaku Tak Menahan Raport Siswa

Ratusan Sopir Self Loader Protes Pungli Pengawalan

Pelimpahan Tahap 2, Kades Kranggan Dijebloskan ke Bui

Diduga Pungli Prona, Warga Sumber Malang Dumas ke Kejaksaan
Berita Terpopuler
Lawan Covid-19, Komunitas Exodus Bagikan APD ke Puskesmas dan Ojol
Metropolis  6 jam

Masya Allah, Karangan Bunga Daeng Beta Seratusan. Iki Tanda Khofifah Wong Gedhe
Opini  4 jam

Keterlaluan, Bisnis Ganja di Tengah Wabah Corona
Hukum  16 jam

Isi Libur Sekolah, Siswi SMKN 1 Sidoarjo Membuat APD dan Masker
Pendidikan  13 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Jatim Awan

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber