Berita Terbaru :
Longsor, Batu Raksasa Tutup Jalan Raya Ngebel
Tidak Ada Penutupan Jalan, Hanya Dibuat Satu Arus
Bupati Suprawoto Sapa Pasien Covid-19 Yang Sembuh
Tragis, 2 Remaja Bojonegoro Tenggelam Saat Mandi di Sungai
Polisi Bubarkan Aktifitas Pasar Sapi Jember
Diterjang Puting Beliung Puluhan Rumah Rusak Parah
Komunitas Yutuber Mojokerto Berikan Kado dan Dukungan Untuk Tim Medis
Pasien Dalam Pengawasan Covid 19 Asal Jombang Meninggal Dunia
Syarat Pasien Sembuh Covid-19, Pelayanan Medis Harus Bagus
Bondowoso Satu Keluarga Tewas Masuk Septic Tank 20 Meter
Belum Ada Hasil Positif Covid-19, Dewan Minta Penutupan Pasar Kapasan Ditunda
Pemprov Jatim Anggarkan Rp 2,3 Triliun Untuk Penanganan Covid19
Polisi dan Bonek Sterilisasi dan Bagi Nasi Untuk Ojol
Diduga Korsleting Listrik Ruko Dalam Pasar Ludoyo Terbakar
Sebuah Rumah di Ketintang Ambruk, Dua Penghuni Tewas
   

PLT Bupati Sidoarjo Perintahkan Bongkar Bangunan Liar di Sepanjang Sungai
Metropolis  Kamis, 27-02-2020 | 05:10 wib
Reporter : Mujianto Primadi
Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahamd Syaifuddin
Sidoarjo pojokpitu.com, Genangan banjir di 2 desa Wilayah Kecamatan Tanggulangin Sidoarjo yang tak kunjung surut. Karena sungai sudah menyempit akibat berdirinya bangunan liar milik warga. Sehingga air dengan volume besar sulit mengalir ke muara.

Penyampaian ini ditegaskan oleh Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahamd Syaifuddin, saat melakukan inspeksi mendadak di 2 lokasi rawan banjir di Wilayah Sidoarjo Kota. Menurutnya, upaya mengatasi banjir di 2 desa yakni, Desa Kedungbanteng dan Banjarasri Kecamatan Tanggulangin, telah dilakukan oleh pihak Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

Sejumlah penanganan telah dilakukan diantaranya penyedotan dengan menggunakan belasan pompa, pembuatan dam sementara. Namun upaya ini tidak membuah hasil. Air masih menggenang di rumah-rumah warga di Desa Kedungbanteng dan banjarasri Kecamatan Tanggulangin Sidoarjo.

"Kami menghimbau kepada warga yang telah membangun bangunan tanpa izin, segera membongkar dengan sadar karena untuk kepentingan umum. Selain itu, akan memanfaatkan tanah kas desa untuk dijadikan busem dalam mengatasi banjir pasca melakukan kajian," kata Nur Ahmad Syaifuddin.

Sementara itu Suwono, Perangkat Desa Kedungbanteng mengatakan, pada zaman dahulu sungai cukup lebar dan bisa untuk tempat berlabuh perahu-perahu nelayan dan petambang. Namun kali ini kondisi sungai hanya tinggal 2 meter. Banyak bangunan liar warga yang mendirikan rumah milik saluran irigasi, sehingga kondisi sungai menyempit.

Bagi warga yang mendirikan rumah dipinggir sungai diharapkan sabar diri. Bahwa penderitaan warga di 2 desa akibat adanya bangunan liar yang ada di sepanjang sungai Desa Kedungbanteng dan Desa Banjarasri Tanggulangin Sidoarjo. (pul)

Berita Terkait

Tidak Ada Hujan, Rumah Warga Makin Tenggelam Karena Banjir

Tim ITS Akan Melakukan Kajian Cepat Banjir di Sidoarjo

Pro-Kontra Atas Rencana Pembongkaran Bangunan Liar di Tanggulangin

PLT Bupati Sidoarjo Perintahkan Bongkar Bangunan Liar di Sepanjang Sungai
Berita Terpopuler
Belum Ada Hasil Positif Covid-19, Dewan Minta Penutupan Pasar Kapasan Ditunda
Metropolis  4 jam

Kata Pasien COVID-19, Virus Corona Bukan Soal Penyakit Saja
Covid-19  9 jam

Dampak Covid-19, 34 Warga Binaan Madiun Dibebaskan
Hukum  16 jam

Polres Blitar Kota Ungkap 295 Kasus Dalam Operasi Pekat
Peristiwa  15 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Jatim Awan

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber