Berita Terbaru :
Warga ODP Meninggal Pemakaman Sesuai Protokol Covid 19
Keluarga PDP Meninggal Dunia di Tuban Negatif Covid-19
Bupati dan Forkopinda Bagi - Bagi Masker dan Sembako
Tunda Mudik Atau Diisolasi 14 Hari
RSUD Tongas Khusus Untuk Pasien Covid 19 Resmi Bisa Digunakan
Gedung DPRD Jatim Diusulkan Menjadi Rumah Sakit Darurat Khusus Pasien Covid-19
Pembagian Makan Gratis Abaikan Physical Distancing
Polisi Bubarkan Sabung Ayam dan Keramaian Warga
Kesal Tak Dibelikan, Dua Gadis di Pasuruan Nekad Mencuri Motor
Gara-Gara Uang 10 Juta, Pengacara Diadili
Petugas Amankan, Puluhan Remaja yang Bandel Ditengah Wabah Corona
Pelatihan di Surabaya, Petugas Medis Positif Covid-19
Diduga Kena Semprot Desinfektan, Mata Kiri Karyawan Swasta Rabun Sebelah
Ditlantas Polda Jatim Laksanakan Ops Keselamatn Semeru Gantikan Ops Simpati
Kasus Positif Covid 19 di Jatim Menjadi 189 Orang
   

DLH Kaji Dampak Lingkungan Wisata Parang Hill
Mlaku - Mlaku  Sabtu, 29-02-2020 | 00:05 wib
Reporter : M. Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Dinas lingkungan Hidup Magetan, bakal mengkaji dampak lingkungan pembangunan Wisata Parang Hill di Kecamatan Parang Magetan. Kajian dilakukan pasca terjadi longsor yang diduga berasal dari tebing pembangunan wisata dan lokasi penginapan tersebut.

Kejadian longsor di tebing yang dikeruk untuk pembangunan Wisata Parang Hill di Desa Mategal Kecamatan Parang Kabupaten Magetan, mendapat atensi dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magetan.

Uswatun Hasanah, Kepala Dinas LH Magetan, mengatakan, Dinas LH bakal mengkaji dampak lingkungan pembangunan wisata di Magetan bagian selatan tersebut. "Kita bakal turun untuk melihat fakta di lapangan," jelas Uswatun Hasanah.

Tentu akan ada rekomendasi dari Dinas LH apabila ditemukan dampak lingkungan yang bisa membahayakan, akibat pembangunan Wisata Parang Hill tersebut. "Data dari Dinas LH, parang hill sudah sempat melakukan revisi ijin upaya pengelolaan lingkungan hidup  dan upaya pemantauan lingkungan hidup, atau UKL UPL. Pertama untuk agrowisata terus ada revisi untuk wisata," imbuhmya.

Diketahui, pada Selasa malam kemarin, terjadi longsor. Material longsor berupa bebatuan menutup jalan raya dan aliran sungai. Pantauan BPBD Magetan di lapangan, material longsor berasal dari sebuah tebing yang dikeruk untuk pembangunan Parang Hill. (yos)

Berita Terkait

DLH Kaji Dampak Lingkungan Wisata Parang Hill

Parang Hill Tanpa UKL-UPL, Bupati Magetan Diminta Tegas

Ternyata Parang Hill Belum Miliki Ijin UKL UPL
Berita Terpopuler
Bupati Siapkan Hotel dan Gedung Sekolah Untuk Karantina Pemudik
Peristiwa  17 jam

Tunda Mudik Atau Diisolasi 14 Hari
Peristiwa  4 jam

Diduga Kena Semprot Desinfektan, Mata Kiri Karyawan Swasta Rabun Sebelah
Metropolis  7 jam

Wabup: Proyek Jembatan Gempol Jadi Catatan Buruk Dinas PUPR dan Rekanan
Sorot  11 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber