Berita Terbaru :
Operasi Zebra, Pengendara Tertib Dapat Paket Penguat Imun
Permintaan Rapid Test Jelang Libur Panjang Meningkat
Hina Polisi Tentang Operasi Yustisi, Tukang Batu ditangkap polisi
Cegah Putus Kuliah, Kampus Bebaskan UKT Mahasiswa
Tolak Omnibus Law, Ribuan Buruh Unras di Kantor Gubernur
Tidak Mampu Menguasai Laju Kendaraan, Guru SMP Dharma Wanita Tabrak Motor
Walikota Surabaya Imbau Warganya Tidak Bepergian Keluar Kota
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Kas Desa
Warga Marah Rusak Rumah Pelaku Terduga Pencabulan Anak Di Bawah Umur
Double Track Jalur Kereta Api Mojokerto - Jombang Mulai Operasikan
Pengedar Tembakao Gorila Dituntut 17 Tahun Penjara
Lagi, Warga Ponorogo Demo Tolak Tower
Dikabarkan Hilang, Bocah 10 Tahun Ditemukan Tenggelam di Waduk Dawuhan
Machfud Arifin Jalan Kaki Keliling Kampung Surabaya, Warga Sambut Antusias Nyanyi Coblos Nomer 2
Dua Pelaku Curwan Dibekuk Reskrim Polsek Poncokusumo
   

Sengketa Pilkades Geger, Majelis Hakim Verifikasi Surat Suara
Hukum  Sabtu, 29-02-2020 | 15:00 wib
Reporter : Tova Pradana
Madiun pojokpitu.com, Sidang sengketa Pilkades geger Kabupaten Madiun berlanjut di meja hijau PTUN. Majelis hakim memerintahkan panitia untuk membuka kotak dan menghitung surat suara yang rusak.

Sengketa Pilkades Desa Geger Kecamatan Geger Kabupaten Madiun. Memasuki masa pembuktian. Dihadapan majelis hakim yang diketuai Dedi Kurniawan.

Tergugat 1 Panitia Pilkades Desa Geger, menunjukan dan menghitung surat suara yang disengketakan, yakni 568 surat suara rusak yang dianggap panitia tidak sah.

Satu persatu tergugat menunjukan dan menghitung kotak suara dari 3 dusun, dari hasil penghitungan 3 kotak suara itu diketahui surat suara yang benar-benar rusak sebanyak 54 suara, dan surat suara yang coblos tembus simetris sebanyak 514.

Sementara penasehat penggugat, Sigit Ikhsan Wibowo mengaku, optimis dari apa yang terjadi di persidangan. "Jika disimpulkan mulai awal persidangan hingga saat ini, banyak terjadi kejanggalan-kejanggalan saat pelaksanaan Pilkades berlangsung," kata Sigit Ihsan Wibowo.

Sedangkan Penasehat hukum tergugat, Bambang Sukoco, menilai proses penghitungan dihadapan majelis hakim bukanlah hitung ulang, melainkan verifikasi surat suara rusak.

"Artinya, majelis hakim ingin melihat langsung kondisi fisik surat suara yang disengketakan. Agar semua pihak, baik BPD, penggugat, dan masyarakat umum, juga bisa menyimpulkan," jelas Bambang Sukoco.

Diketahui sidang sengketa Pilkades Desa Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, tengah memasuki persidangan di Ptun Surabaya.

Gugatan ini muncul akibat banyaknya surat suara coblos tembus yang dianggap tidak sah oleh panitia, dengan total suara sebanyak 568. Akibatnya tim kuasa hukum calon 05 melayangkan gugatan di PTUN Surabaya, karena hasil Pilkades Desa Geger dianggap tidak sah. (yos)









Berita Terkait

Sengketa Pilkades Geger, Majelis Hakim Verifikasi Surat Suara

Panitia Pilkades Dinilai Ciderai Tatib

Panwascam Madiun Gelar Mediasi Sengketa Pilkades

Tuntut Keadilan, Massa Tolak Hasil Pilkades Datangi DPRD
Berita Terpopuler
Machfud Arifin Jalan Kaki Keliling Kampung Surabaya, Warga Sambut Antusias Nyany...selanjutnya
Politik  5 jam

Memutus Mata Rantai Covid-19 di Pasar Tradisional
Peristiwa  13 jam

Dua Pelaku Curwan Dibekuk Reskrim Polsek Poncokusumo
Peristiwa  5 jam

Klaim Hasil Survei Unggul, Hingga Tuding Galau, Tim MAJU : Justru Kami Jauh di A...selanjutnya
Pilkada  11 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber