Berita Terbaru :
Bayar Palawija Ratusan Juta Dengan Cek Kosong, Pasutri Siri Ini Mendekam di Sel Tahanan
Susah Jaringan Internet, Polsek Galis Fasilitasi Siswa Belajar Daring
Residivis Narkoba Ditangkap di Tengah Sawah
Gelar Pelatihan TOT, Pos Gabungan Siapkan Relawan Pencegahan Covid-19
Penghuni Sel Polres Lamongan Lakukan Rapid Tes
Perempuan Pegawai Bank Terkonfirmasi Positif Covid-19
39.182 Pengangguran Baru di Bojonegoro Selama Pandemi Covid-19
Diduga Terinveksi Covid-19, Pria Paruh Baya Mati Mendadak Didalam Angkot
Ketua DPRD Ngawi Minta KPU-Bawaslu Fokus Peningkatan Partisipasi Pemilih
Pelaku Curanmor 14 TKP Ditangkap Polisi, Motor Curian Dijual ke Penadah di Madura
Bupati Lantik 37 Pejabat Jelang Pilkada
Dua Danau di Lumajang Menyusut
Nenek 83 Tahun Hidup Rentah di Gubug Reot Tak Tersentuh Pemerintah
Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Tebu
Tolak Jual Tanah ke Pertamina, Warga Lurug BPN Tuban
   

Empat Sungai Meluap, Pasuruan Dikepung Banjir, Jalur Pantura Lumpuh
Tapal Kuda Dan Madura  Selasa, 03-03-2020 | 09:52 wib
Reporter : Abdul Majid
Pasuruan pojokpitu.com, Banjir kembali merendam ratusan rumah warga di 7 Kecamatan Kota dan Kabupaten Pasurun, Selasa (3/3) dinihari, dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter.

Selain merendam permukiman warga, banjir juga merendam jaur pantura Pasuruan dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter, sehingga jalur pantura terpaksa ditutup oleh petugas kepolisian dan mengalihkan kendaraan menuju arah pintu tol agar dapat melanjutkan perjalanan.

Sekitar 900 rumah warga yang berada di 7 kecamatan di Kota dan Kabupaten Pasuruan, terendam banjir dengan ketinggian air mencapai satu meter setengah lebih.

Tujuh kecamatan tersebut yakni Kecamatan Gadingrejo, Kecamatan Bugul Kidul , dan Kecamatan Purworejo, untuk di Kota Pasuruan. Sementara di Kabupaten Pasuruan Kecamatan Kraton, Kecamatan Pohjentrek, Kecamatan Beji, dan Rejoso.

Banjir yang paling parah terjadi di Kelurahan Karang Ketug, Kecamatan Gadingrejo, dengan ketinggian air di permukiman warga hampir 2 meter.

Kasi Kedaruratan BPBD  Kota Pasuruan , Murtadho, mengatakan, bahwa banjir yang terjadi pada dinihari ini, terjadi karena 4 sungai di Pasuruan, yakni sungai welang, sungai petung, sungai gembong, dan sungai wrati, meluap ke permukiman warga. "Itu karena tak bisa menampung debit air setelah diguyur hujan sejak siang hingga malam," kata Murtadho.

Selain merendam permukiman warga, banjir juga merendam jalur pantura Surabaya-Probolinggo, dengan ketinggian air mencapai 60 centimeter,sehingga petugas kepolisian terpaksa harus menutup jalur pantura.

Semenetara bagi kendaraan roda 4 yang ingin melanjutkan perjalanan, harus memutar balik kendaraan melewati jalur alternatif atau jalan tol. (yos/VD:YAN)

Berita Terkait

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19

Sempat Lumpuh Akibat Banjir, Jalur Pantura Dibuka

Empat Sungai Meluap, Pasuruan Dikepung Banjir, Jalur Pantura Lumpuh

Banjir Kembali Merendam Beberapa Desa Akibat Luapan Sungai Wrati
Berita Terpopuler
Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Tebu
Peristiwa  4 jam

Perusahaan Properti di Indonesia yang Mengutamakan Kepuasan Konsumen
Peristiwa  17 jam

Musda,Toufik Kembali Nahkodai Golkar Ponorogo
Pilkada  14 jam

Warga Ngawi Temukan Mortir Aktif di Aliran Sungai Bengawan
Peristiwa  8 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Jual Beli Tebu Diluar Pabrik Meresahkan PG Lestari
Jatim Awan

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber