Berita Terbaru :
Tujuh Pemuda Pencurian dan Kekerasan Diringkus Polsek Kepanjen
Batang Tamanan Sorgum Diolah Menjadi Minuman Sirup
Demi Pelayanan Terbaik Bagi Warga Gresik, Sambari Halim Radianto Bikin Mall Pelayanan Publik
Pengangguran Jadi Pembobol Rumah Untuk Biaya Hidup
Ratusan Massa Hadang Penjemputan Pasien Covid 19
DPUPR Klaim Proyek Sambungan Perpipaan Beda Dengan Program PDAM
Belasan Kartu Keluarga Dijadikan Bungkus Tempe
Hilang Kendali, Truk Boks Tabrak Pohon Hingga Terguling
Seorang Pria Ditemukan Tewas di Kamar Kos
Sidak Protokol Kesehatan di Pasar Hewan, Puluhan Pembeli dan Penjual Dirapid Test
Tuntut Ganti Rugi, Pemilik Kios Pasar Baru Lurug Pemkab
Satu Guru Terpapar Covid-19, SMKN 1 Bojonegoro Kembali Belajar Daring
Kenalan di Medsos, Kakek Satu Cucu Perkosa Pelajar di Rumahnya Sendiri
Mayat Laki Laki Ditemukan Disungai Dengan Beberapa Luka
Kasus Penularan Covid-19 Masih Tinggi, Polri Tak Beri Izin Liga 1
   

Batik Ciprat Karya Kaum Disabilitas
Life Style  Jum'at, 13-03-2020 | 07:30 wib
Reporter : Mohammad Imron Danu
Blitar pojokpitu.com, Yayasan Kinasih di Desa Siraman Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar, mampu mengangkat derajat hidup kaum disabilitas dari berbagai usia . Melalui kreatifitas membatik, 50 kaum difabel dapat menghasilkan buah karia yang memiliki nilai ekonomis.

Bertempat di tegalan yang teduh terletak di samping rumah Yayasan Kinasih Desa Siraman Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar ini, puluhan orang penyandang disabilitas memproduksi batik ciprat.  Seperti metodenya yang diciprat-cipratkan,  mereka tampak nyaman menikmati hidup meski dalam kondisi fisik yang serba terbatas.

Dengan kegiatan kewirausahaan inklusif ini, yayasan kinasih mampu mengangkat derajat hidup mereka yang mengalami tuna grahita, tuna wicara, tuna daksa yang berasal dari  berbagai usia.

Meskipun memiliki kekurangan pada dirinya, mereka dalam sehari dapat memproduksi 10 sampai 15 lembar batik ciprat jika dipasarkan dalam bentuk kain seharga Rp 170 sampai Rp 200 ribu per lembar.

Batik ciprat ini merupakan hasil karya oleh tangan para penyandang disabilitas, meski tidak lepas dari pendampingan , mereka yang berjumlah 54 orang itu terlibat mulai proses awal hingga finishing pembuatan batik ciprat.

Esty Ning Rahayu , salah satu disabilitas di yayasan kinasih mengatakan , dirinya baru enam bulan bergabung di yayasan kinasih untuk membuat batik ciprat. Meskipun ia mengalami cacat pada kedua tanganya tak mengurangi tekatnya untuk membuat bati bersama temanya.

Edy Cahyono , pendiri yayasan kinasih  mengatakan total keseluruhan kaum difabel atau disabilitas yang membuat batik ciprat ada 54 orang, dengan 25 di antaranya warga setempat.

Saat ini batik ciprat karya kaum di sabilitas yayasan kinasih ini masih terjual di wilayah Blitar dan seluruh Jawa Timur. (yos)

Berita Terkait

Batik Ciprat Karya Kaum Disabilitas
Berita Terpopuler
Laka Lantas Truk Lpg, Honda Jazz dan 2 Sepeda Motor, 1 Meninggal
Peristiwa  10 jam

Mayat Laki Laki Ditemukan Disungai Dengan Beberapa Luka
Peristiwa  7 jam

Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Peristiwa  11 jam

Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
Peristiwa  21 jam



Cuplikan Berita
Mobil Wuling Ludes Terbakar di Tol Gempol-Pandaan
Pojok Pitu

Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber