Berita Terbaru :
Sekolah Siap Jalani Tatanan Baru New Normal
Dishub Tuban Ciptakan Garis Jaga Jarak Mirip di Moto GP
Wali Murid Khawatir Apabila Anaknya Kembali Masuk Sekolah
Dinas Pariwisata Siapkan Konsep New Normal Sarangan
Tim Gugus Tugas Covid 19 Ponorogo Sudah Lakukan 2000 Rapid Tes
Bupati Intruksikan Tegas Lakukan Pembubaran Tempat Berkumpulnya Warga
KPU Butuh Tambahan Anggaran Rp 9 Miliar Untuk Penerapan Protokol Kesehatan
Cafe Kopi yang Ditemukan 6 OTG Ditutup Sementara
Harga Empon-Empon Anjlok di Pasar Tradisional
Pemegang Senpi di Polres Malang Diperiksa
   

Ritual Tawur Agung Kesange, Umat Hindu Doakan Wabah Corona Segera Berlalu
Rehat  Rabu, 25-03-2020 | 15:02 wib
Reporter : Agus Bondan
Tulungagung pojokpitu.com, Menjelang Hari Raya Nyepi, belasan umat Hindu Tulungagung melaksanakan persembahyangan Tawur Agung Kesange di Pura Giri Amertha. Dalam sembahyang ini, umat Hindu menggelar doa khusus dan ritual buta kala atau mecaru, agar bangsa Indonesia terlepas dari wabah virus corona, covid-19.

Di Pura Giri Amertha, Desa Sawo, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung, sehari jelang perayaan Hari Raya Nyepi, pada Selasa petang belasan umat dengan khusuk menggelar persembahyangan Tawur Agung Kesange. Lebih sepi dari biasanya, sembahyang menyambut tahun baru Saka 1942. Saka kali ini, hanya diikuti sekitar 15 umat Hindu, karena digelar di tengah-tengah wabah covid-19, yang melanda wilayah Indonesia.

"Tawur Agung Kesange merupakan sembahyang memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, agar alam semesta ini seimbang, sehingga kehidupan umat manusia di dunia menjadi bahagia," kata I Nengah Sutedja, Pendharma Wacana.

Usai melakukan Tawur Agung Kesange, umat Hindu akan melaksanakan catur brata penyepian, yaitu amati geni, amati kekaryan, amati lelungan, dan amati lelanguan .

Dalam sembahyang jelang perayaan Hari Nyepi ini, umat Hindu di Tulungagung, juga menyampaikan doa khusus, agar bangsa Indonesia secepat mungkin terlepas dari wabah covid-19, yang telah banyak merenggut korban jiwa.

Tidak hanya menggelar doa khusus yang dipimpin oleh Romo Sumiran, pemangku agama Hindu, umat juga menggelar Ritual Buta Kala atau mecaru, untuk mengusir wabah virus corana, yang jaman dulu disebut panggebluk.

Ritual didahului dengan membakar beberapa potong bambu dengan berbagai macam sesaji, kemudian dilanjutkan dengan mengarak tangkai pelepah daun kelapa yang dilukis menggambarkan Buta Kala, sambil diiringi bunyi-bunyian alat tradisional. Ritual diakhiri dengan membakar pelepah daun kelapa tersebut.

Usai melakukan persembahyangan, diteruskan makan bersama atau selamatan di Pendopo Pura Giri Amertha.(end/VD:YAN)

Berita Terkait

Ritual Tawur Agung Kesange, Umat Hindu Doakan Wabah Corona Segera Berlalu

Tak Takut Wabah Corona, Hongkong dan Taiwan Masih Jadi Negara Tujuan PMI
Berita Terpopuler
Pemegang Senpi di Polres Malang Diperiksa
Malang Raya  13 jam

Dinas Pariwisata Siapkan Konsep New Normal Sarangan
Mlaku - Mlaku  7 jam

Cafe Kopi yang Ditemukan 6 OTG Ditutup Sementara
Malang Raya  11 jam

Wali Murid Khawatir Apabila Anaknya Kembali Masuk Sekolah
Pendidikan  5 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber