Berita Terbaru :
Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Adik Positif Corona, Keluarga Via Vallen Dijauhi Tetangga
Ini yang Terjadi pada Tubuh ketika Mengonsumsi Terlalu Banyak Gula
Tingginya Kasus Covid-19, Pemkot Tak Berharap Seperti Wuhan
Dampak PSBB, Harga Daging Ayam di Pasar Tradisional Naik
Penataan Ulang Pasar Tradisional Cegah Penularan Covid-19
Kampung Tangguh di Mojokerto Dilengkapi Bilik Sanitezer Hingga Lumbung Pangan
Ciptakan Gelang Corona Untuk Pasien Covid-19 yang Bandel
Pabrik Rokok Sampoerna Kretek Disemprot Disinfektan
Peduli, Ratusan APD Dibagikan ke Seluruh Puskesmas Ponorogo
Kabar Sedih dari Nissan untuk Eropa dan Negara Berkembang
PSBB Tahap Tiga, Koramil Berikan Bantuan Sembako
Pedagang Dari Luar Daerah Wajib Memiliki Surat Keterangan Bebas Rapid Test
Penjual Ketupat Matang Tetap Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19
Persebaya Pengin Berhenti, Persipura Abstain, Persiraja Minta Lanjut
   

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Ekonomi Dan Bisnis  Kamis, 02-04-2020 | 03:06 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Ratusan ribu rupiah per hari bisa diperoleh para petani dari berjualan buah tropis Srikaya. Buah Srikaya Puthuk Tuban banyak diburu pecinta buah, karena rasanya manis dan dagingnya lebih tebal. Foto Khusni Mubarok
Berita Video : Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Tuban pojokpitu.com, Warga perbukitan kapur Kabupaten Tuban, saat ini tengah menikmati panen raya buah srikaya.

Pergantian musim seperti sekarang ini, menjadi berkah bagi petani buah srikaya di Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Saat ini ribuan pohon srikaya yang memenuhi kebun, ladang, dan pekarangan rumah tengah memasuki masa panen secara bersamaan.

Hampir setiap hari pohon tropis menghasilkan buah masak, yang siap untuk dipetik. Mereka hanya perlu berkeliling mencari dan memilah buah yang sudah masak untuk dipanen.

Dalam sehari, Nur Hidayah, petani srikaya mengaku mampu memperoleh lima keranjang penuh buah srikaya dari satu petak lahan yang dimiliki. Buah srikaya kemudian dijual dengan harga Rp 35 hingga Rp 40 ribu perkeranjangnya kepada para pengepul.

Sesampainya di pengepul, buah srikaya kemudian dipilah dan dikelompokkan sesuai ukurannya. Oleh para pedagang buah kembali dijual, antara Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu perkeranjangnya, sesuai dengan ukuran buahnya.

Tak hanya warga Tuban, pembeli juga datang dari berbagai daerah sekitar. Diantaranta Kediri dan Sidoarjo yang kebetulan melintas wilayah Tuban.

Srikaya Puthuk Tuban, digemari para pecinta buah lantaran memiliki keunggulan. Selain rasanya yang lebih manis, daging buah Srikaya Puthuk juga lebih tebal.

Meski tidak sepopuler buah mangga atau durian, namun buah srikaya memiliki penggemar tersendiri. Keberadaannya banyak diburu karena rasanya manis dan harganya sangat murah. Masyarakat pedesaan juga meyakini, buah srikaya kaya manfaat untuk kesehatan, seperti mengobati diare dan saluran pencernaan. (pul/VD:YAN)

Berita Terkait

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban

Niat Panen Buah, Kakek Malah Tewas Terjatuh
Berita Terpopuler
Penataan Ulang Pasar Tradisional Cegah Penularan Covid-19
Metropolis  4 jam

Pabrik Rokok Sampoerna Kretek Disemprot Disinfektan
Peristiwa  6 jam

Polisi Amankan Tersangka Penganiayaan Hingga Pembakaran Korban
Peristiwa  11 jam

Sensasi Fluffy Pancake ala Jepang Bertabur Boba
Icip - Icip  11 jam



Cuplikan Berita
Fenomena Gelombang Tinggi Terjang Perairan Pacitan
Pojok Pitu

Banjir Bandang Terjang Pantura
Pojok Pitu

Korsleting Listrik, 2 Unit Bangunan Dilalap Si Jago Merah
Jatim Awan

Rumah Makan Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber