Berita Terbaru :
Sekolah Siap Jalani Tatanan Baru New Normal
Dishub Tuban Ciptakan Garis Jaga Jarak Mirip di Moto GP
Wali Murid Khawatir Apabila Anaknya Kembali Masuk Sekolah
Dinas Pariwisata Siapkan Konsep New Normal Sarangan
Tim Gugus Tugas Covid 19 Ponorogo Sudah Lakukan 2000 Rapid Tes
Bupati Intruksikan Tegas Lakukan Pembubaran Tempat Berkumpulnya Warga
KPU Butuh Tambahan Anggaran Rp 9 Miliar Untuk Penerapan Protokol Kesehatan
Cafe Kopi yang Ditemukan 6 OTG Ditutup Sementara
Harga Empon-Empon Anjlok di Pasar Tradisional
Pemegang Senpi di Polres Malang Diperiksa
   

Masker Langka, SMK Swasta di Lamongan Produksi Masker
Pendidikan  Kamis, 02-04-2020 | 09:23 wib
Reporter : Ahmad Zainuri, Mahsuli
Lamongan pojokpitu.com, Selain meresahkan, wabah covid 19 ini ternyata membawa berkah tersendiri bagi salah satu sekolah SMK swasta di Lamongan. Betapa tidak, sekolah yang mengembangkan jurusan tata busana dengan memproduksi masker. Alhasil ribuan masker sudah terjual online ke luar kota hingga ke Jawa Barat.

Di tengah mewabahnya covid-19 atau virus corona di Indonesia rupanya menjadi terobosan tersendiri bagi salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) Nusantara di Desa Kemlagi Gede Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan.
 
Bermula muncul ide banyaknya masyarakat yang kesulitan mencari masker untuk alat pelindung diri dari penyebaran virus corona, SMK Nusantara yang baru berdiri 2017 ini langsung mengembangkan jurusan tata busana yang ada, dengan membuat masker. Awalnya, produksi ini untuk kalangan sendiri dan warga sekitar desa .
 
Melihat banyaknya peminat masker sekarang ini, pihak sekolah mencoba memasarkan hasil karya siswa tersebut melalui media sosial. Alhasil, beberapa pemesan dari luar kota pun muncul untuk  meminta dikirim masker.
 
Pembuatan masker sendiri tidak begitu sulit, sebab para siswa sudah dilatih untuk tata cara menjahit, sebelum dijahit bahan yang berupa kain tersebut dipotong sesuai bentuk yang diinginkan.
 
Setelah dipotong dengan ukuran masker, potongan kain ini lalu disetelika dengan bentuk lipatan tengah dan dijahit persis di pemasangan tali. Dalam satu hari dengan sepuluh siswa bisa memproduksi tiga ratus masker.
 
Ana Novita, guru pembimbing siswa jurusan tata busana mengaku untuk pembuatan masker ini siswa tidak kesulitan , sebab sudah ada pembelajaran jurusan tata busana, menjahit dan juga penggunaan alat jahit yang ada.
 
Ana juga menambahkan, untuk hasil jahitan masker siswa tersebut setiap hari langsung diambil customer baik dari Lamongan atau kota lain di Jawa Timur. Ini juga ada pemesanan melalui media sosial untuk dikirim ke Bandung dan Jakarta .
 
Untuk satu biji masker buatan SMK Nusantara ini dijual hanya Rp 5 ribu.
 
Nursali, Kepala Sekolah SMK Nusantara mengatakan, pihak sudah komitmen dengan visi misi untuk menjadikan lulusan SMK Nusantara bisa mandiri dan langsung bekerja, sehingga kepala sekolah dengan guru terus memberikan yang terbaik .
  
Nursali bersama guru - guru juga berencana akan membuat alat pelindung diri untuk para tim medis yang ada di rumah sakit sakit di Lamongan. Hal ini dalam pembahasan dan penawaran ke dinas terkait.
 
Nursali juga menambahkan, masker yang dibuat oleh siswa tersebut menggunakan bahan kain yang sesuai dengan standar dan diyakini masker ini bisa mencegah penyebaran virus corona.(end)

Berita Terkait

Pelajar SMK Bikin Ribuan Masker, Kemudian Dibagikan Gratis

Masker Langka, SMK Swasta di Lamongan Produksi Masker
Berita Terpopuler
Pemegang Senpi di Polres Malang Diperiksa
Malang Raya  12 jam

Dinas Pariwisata Siapkan Konsep New Normal Sarangan
Mlaku - Mlaku  6 jam

Cafe Kopi yang Ditemukan 6 OTG Ditutup Sementara
Malang Raya  10 jam

Wali Murid Khawatir Apabila Anaknya Kembali Masuk Sekolah
Pendidikan  5 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber