Berita Terbaru :
Dinas Pariwisata Siapkan Konsep New Normal Sarangan
Tim Gugus Tugas Covid 19 Ponorogo Sudah Lakukan 2000 Rapid Tes
Bupati Intruksikan Tegas Lakukan Pembubaran Tempat Berkumpulnya Warga
KPU Butuh Tambahan Anggaran Rp 9 Miliar Untuk Penerapan Protokol Kesehatan
Cafe Kopi yang Ditemukan 6 OTG Ditutup Sementara
Harga Empon-Empon Anjlok di Pasar Tradisional
Pemegang Senpi di Polres Malang Diperiksa
   

Masya Allah, Karangan Bunga Daeng Beta Seratusan. Iki Tanda Khofifah Wong Gedhe
Opini  Minggu, 05-04-2020 | 12:10 wib
Reporter : Lia Istifhama
pojokpitu.com, KH Masykur Hasyim menyampaikan hal tersebut pada Januari 2014 ketika H. Indar Parawansa berpulang ke Rahmatullah. Hal ini seperti yang dikisahkan oleh Lia Istifhama, putri bungsu dari pasangan KH Masykur Hasyim dengan Hj. Aisyah.

"Beliau sangat takjub dengan penghormatan yang diberikan pada Om Daeng saat itu. Kemudian sekarang, ketika ayah kami berpulang, hal tersebut diperlihatkan lagi pada kami. Karangan bunga dihitung sampai 125 buah memenuhi gang-gang di pemukiman Jemurwonosari ini. Alhamdulillah yang takziyah maupun mengantar ke pemakaman pun di luar pikiran kami karena kami sangat memaklumi situasi social distancing saat ini. Kami sangat yakin, kepergian ini merupakan kepergian yang menjadi impian beliau, dan tentu kita semua pada umumnya," ujar sosok yang digadang-gadang akan mewarnai Pilwali Surabaya mendatang.

Istri dari Arief Fauzi tersebut juga menambahkan kisah tentang impian dari tokoh senior Nahdliyin dan PPP yang belum terwujud.

"Beliau itu, kadang kalau ngobrol sama saya, suka nukil hadis, juga mengkaitkan dengan kisah sahabat nabi ataupun perjuangan ulama NU. Nah, kalau sudah gitu, kadang saya kasih kertas dan bulpen untuk beliau. "Ayah ditulis saja, hadis apa, kisah sahabat nabi yang mana. Nanti kapan-kapan aku tulis sama temenku. Tak buatkan buku". Karena saya sendiri di rumah kan tidak bisa memiliki waktu cukup untuk mencerna semua ilmu beliau. Tapi beliau habis nulis dikit, terus kertasnya selalu ketlisut sebelum dikasih ke saya. Yah, kalau bilang geloh, pasti geloh. Tapi gimana lagi. Yang jelas ilmu beliau Insya Allah telah disaksikan banyak orang jadi sekarang saya ingin banget mengumpulkan semua kisah dari para sahabat beliau. Alhamdulillah, cak Yusuf (ketua NU Care Lazisnu Surabaya) ternyata memiliki niatan sama. Jadi gayung bersambut," ujarnya.

Ditanya siapa tokoh pejuang Islam yang sering disebut ayahnya semasa hidup, Lia menjawab singkat.

"Beliau sangat kagum dengan sosok Bilal, sang muadzin sahabat tersayang Rasulullah, dan paman nabi, Hamzah bin Abdul Mutholib. Kalau saya cerna sekarang, beliau sangat meneladani sosok yang sabar, berani memperjuangkan Islam, dan teguh dalam menjaga iman. Selain itu, beliau sangat mengagumi Syekh Ahmad Al Bushiri, yang menulis sholawat Burdah, pujian pada Rasul. Alasan beliau mengagumi mereka semua, tak lain wujud bahwa beliau sejatinya sangat mencintai karakter Rasulullah," pungkasnya.(end)

Berita Terkait

Masya Allah, Karangan Bunga Daeng Beta Seratusan. Iki Tanda Khofifah Wong Gedhe
Berita Terpopuler
Pemegang Senpi di Polres Malang Diperiksa
Malang Raya  7 jam

Cafe Kopi yang Ditemukan 6 OTG Ditutup Sementara
Malang Raya  5 jam

Tim Gugus Tugas Covid 19 Ponorogo Sudah Lakukan 2000 Rapid Tes
Kesehatan  2 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber