Berita Terbaru :
Kabupaten Gresik Siap Menghadapi New Normal Dengan Penguatan Aturan
Masa Transisi New Normal Berlangsung Selama 14 Hari
Jawa Timur Sentuh Angka 4583 Orang Terkonfirmasi Positif Covid 19
Mobil Combat Laboratorium Sudah di Surabaya dan Akan Ditambah 1 Unit
HUT Surabaya, Masyarakat Berziarah Ke Makam Bung Tomo dan Dokter Soetomo
Surabaya Zona Merah, BIN Perpanjang Waktu Rapid Test Massal
Miliki Jiwa Sosial Tinggi, RT/RW di Surabaya Bentuk GERMAS Menangkan Machfud Arifin
Dengan Nasi Tumpeng, Walikota Surabaya Peringati Hari Jadi Surabaya Ke 722
Seorang Nenek Ditemukan Tewas Membusuk Di Dalam Rumah
Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Antisipasi Covid - 19 Pasca Libur Lebaran, Ratusan Karyawan Pabrik Dirapid Test
Kuliner Khas Madura Yang Hanya Dibuat di Hari Ke-7 Setelah Lebaran
Pemudik Positif Covid-19, Keluarga dan Warga Rapid Test
Kasus Positif Covid-19 di Tulungagung Bertambah 7 Orang, 2 Di Antaranya Ibu Yang Melahirkan
Hujan Deras Mengguyur Kecamatan Sumawe, Desa Tambakrejo Terendam
   

Diduga Kena Semprot Desinfektan, Mata Kiri Karyawan Swasta Rabun Sebelah
Metropolis  Selasa, 07-04-2020 | 11:00 wib
Reporter : Nanda Andrianta
Surabaya pojokpitu.com, Seorang karyawan swasta pabrik pewarna tekstil di Surabaya sempat drop kondisi tubuhnya, lantaran divonis dokter mengalami rabun mata kirinya.

Diduga, campuran bahan kimia semprotan desinfektan yang hari hari ini marak dilakukan menyebabkan mata kiri karyawan swasta tersebut mengalami pendarahan dan berakhir rabun sebelah.

Adalah Nanang Suyono (50) seorang karyawan swasta perusahaan pewarna tekstil di Surabaya, yang baru divonis dokter mengalami pendarahan di bagian mata. Skibatnya,mata kirinya kini mengalami rabun atau kabur saat melihat.

Saat dilihat, mata Nanang memang seperti mata orang normal pada umumnya. Namun siapa sangka, mata kirinya ternyata sudah tak bisa melihat dengan normal alias rabun. Menurut dokter, ada pembuluh darah di bagian mata kirinya yang pecah yang mengakibatkan gumpalan darah membeku di bagian matanya.

Dihadapan awak media, Nanang bercerita, saat itu tanggal 1 April 2020, dirinya berangkat kerja lewat Jalan Sememi Surabaya. Disana, ia tak sengaja terkena semprot cairan desinfektan yang biasa dilakukan oleh petugas di jalan. Saat itu, ia mulai menepi dan memeriksa bagian mata kirinya yang tiba-tiba perih.

Sekitar sejam berlalu pasca terkena semprotan desinfektan, ia mulai kehilangan ketajaman matanya. Sebab, penglihatan mata kirinya tiba-tiba kabur dan tak bisa melihat dengan jelas. Bahkan ia mengaku, mata kirinya beberepa menit sempat gelap gulita, namun kembali buram lagi.

Sehari setelah kejadian, ia memeriksakan ke dokter dan didiagnosis ada pembuluh darah matanya yang pecah, lantaran ada penyakit darah tinggi yang Nanang derita.

Nanang pun segera membantah, sebab selama ini ia merasa tak pernah punya riwayat penyakit apa-apa termasuk darah tinggi hingga sakit mata.

Nanang pun menduga kuat, cairan desinfektan yang biasa disemprotkan padanya saat itu menjadi penyebab dirinya kehilangan penglihatan di mata kirinya.

Ia pun berharap,petugas yang menyemprotkan desinfektan sebaiknya memberikan pengumuman terlebih dahulu saat melakukan penyemprotan,seperti menghimbau untuk menutup kaca helm atau menutup kedua mata. (yos)

Berita Terkait

Diduga Kena Semprot Desinfektan, Mata Kiri Karyawan Swasta Rabun Sebelah
Berita Terpopuler
Politisi Golkar : Bu Risma Milik Warga Surabaya, Bukan PDIP
Metropolis  20 jam

Dianggap Pekerja Beresiko, Belasan Jurnalis Ikuti Rapid Test
Peristiwa  20 jam

Hujan Deras Mengguyur Kecamatan Sumawe, Desa Tambakrejo Terendam
Malang Raya  10 jam

Pemudik Positif Covid-19, Keluarga dan Warga Rapid Test
Covid-19  7 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber