Berita Terbaru :
Masa Transisi New Normal Berlangsung Selama 14 Hari
Jawa Timur Sentuh Angka 4583 Orang Terkonfirmasi Positif Covid 19
Mobil Combat Laboratorium Sudah di Surabaya dan Akan Ditambah 1 Unit
HUT Surabaya, Masyarakat Berziarah Ke Makam Bung Tomo dan Dokter Soetomo
Surabaya Zona Merah, BIN Perpanjang Waktu Rapid Test Massal
Miliki Jiwa Sosial Tinggi, RT/RW di Surabaya Bentuk GERMAS Menangkan Machfud Arifin
Dengan Nasi Tumpeng, Walikota Surabaya Peringati Hari Jadi Surabaya Ke 722
Seorang Nenek Ditemukan Tewas Membusuk Di Dalam Rumah
Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Antisipasi Covid - 19 Pasca Libur Lebaran, Ratusan Karyawan Pabrik Dirapid Test
Kuliner Khas Madura Yang Hanya Dibuat di Hari Ke-7 Setelah Lebaran
Pemudik Positif Covid-19, Keluarga dan Warga Rapid Test
Kasus Positif Covid-19 di Tulungagung Bertambah 7 Orang, 2 Di Antaranya Ibu Yang Melahirkan
Hujan Deras Mengguyur Kecamatan Sumawe, Desa Tambakrejo Terendam
Ratusan Kentongan Disiagakan Untuk Halau Warga Nekat Masuk Desa
   

Tunda Mudik Atau Diisolasi 14 Hari
Mataraman  Selasa, 07-04-2020 | 14:00 wib
Reporter : M. Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Pemkab Magetan meminta agar warga yang merantau di luar daerah, untuk tidak mudik dulu. Kalau mereka masih nekat, maka harus mengikuti isolasi 14 hari dengan biaya ditanggung sendiri.

Himbauan untuk tidak mudik bagi para perantau di luar Magetan, disampaikan oleh Bupati Magetan, Suprawoto, saat membagikan paket sembako ke juru parkir, di area Pasar Baru Kabupaten Magetan, Selasa (7/4) pagi.

"Penundaan mudik perlu dilakukan,untuk mencegah penyebaran virus covid-19 di Magetan, juga untuk melindungi keluarga mereka masing-masing," jelas Suprawoto.

Apabila tetap nekat mudik, maka yang bersangkutan harus mengikuti isolasi diri selama 14 hari di tempat yang telah disediakan oleh pemerintah desa setempat. Keperluan hidup sehari-hari selama isolasi, akan ditanggung oleh pemudik itu sendiri.

Seluruh desa atau kelurahan sudah menyiapkan ruang isolasi bagi para pemudik. Biasanya disiapkan di kantor desa kelurahan atau di sekolah-sekolah, tergantung pemerintah desa atau kelurahan.
Pemantauan pemudik di tingkat Desa Kelurahan, dilakukan sesuai prosedur, mulai cek kesehatan hingga masuk di ruang isolasi. (yos)







Berita Terkait

Jelang PSBB, Organda Kota Malang Pertanyakan Bansos Dari Pemkot

Cegah Corona, Perbatasan Wilayah Daerah Mulai Diperketat Antisipasi Lonjakan Pemudik

Pemberlakuan PSBB Perlu Diimbangi Dengan Perubahan Pola Sosial Dan Pola Kerja

Belum Ada Daerah di Jatim yang Menerapkan PSBB
Berita Terpopuler
Politisi Golkar : Bu Risma Milik Warga Surabaya, Bukan PDIP
Metropolis  19 jam

Dianggap Pekerja Beresiko, Belasan Jurnalis Ikuti Rapid Test
Peristiwa  20 jam

Hujan Deras Mengguyur Kecamatan Sumawe, Desa Tambakrejo Terendam
Malang Raya  9 jam

Pemudik Positif Covid-19, Keluarga dan Warga Rapid Test
Covid-19  7 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber