Berita Terbaru :
Ini yang Terjadi pada Tubuh ketika Mengonsumsi Terlalu Banyak Gula
Tingginya Kasus Covid-19, Pemkot Tak Berharap Seperti Wuhan
Dampak PSBB, Harga Daging Ayam di Pasar Tradisional Naik
Penataan Ulang Pasar Tradisional Cegah Penularan Covid-19
Kampung Tangguh di Mojokerto Dilengkapi Bilik Sanitezer Hingga Lumbung Pangan
Ciptakan Gelang Corona Untuk Pasien Covid-19 yang Bandel
Pabrik Rokok Sampoerna Kretek Disemprot Disinfektan
Peduli, Ratusan APD Dibagikan ke Seluruh Puskesmas Ponorogo
Kabar Sedih dari Nissan untuk Eropa dan Negara Berkembang
PSBB Tahap Tiga, Koramil Berikan Bantuan Sembako
Pedagang Dari Luar Daerah Wajib Memiliki Surat Keterangan Bebas Rapid Test
Penjual Ketupat Matang Tetap Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19
Persebaya Pengin Berhenti, Persipura Abstain, Persiraja Minta Lanjut
Kapan Pertandingan Olahraga Bisa Jalan lagi? Menpora Beri Penjelasan Begini
Suket Tak Lengkap, Pengguna Jasa Penyebrangan Wajib Balik Kanan
   

Tebing Sungai Longsor Setiap Hujan Datang, Warga Kian Resah
Pantura  Kamis, 09-04-2020 | 13:08 wib
Reporter : Avrizal Ilmi
Kondisi tebing di Desa Ngablak, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro , Kamis (9/4) pagi. Daratan yang menjadi pembatas sungai dan pemukiman warga ini mengalami longsor sepanjang sepuluh meter. Foto Avrizal ilmi
Bojonegoro pojokpitu.com, Tebing sungai di Desa Ngablak Kabupaten Bojonegoro, longsor sepanjang 10 meter. Daratan pembatas sungai dan pemukiman amblas terkikis air yang meningkat saat curah hujan.

Longsor tebing seperti ini rutin terjadi setiap musim penghujan. Curah hujan tinggi membuat debit air anak Sungai Bengawan Solo meningkat drastis. Rapuhnya lapisan tanah bagian dalam membuat badan tebing mudah longsor terkikis arus air.

Kondisi itu membuat jarak sungai dan rumah-rumah warga semakin dekat, yaitu berkisar tiga meter. Diperparah tebing yang semakin rapuh membuat warga sekitar merasa resah.

Menurut Rudi warga setempat, saat musim penghujan, debit air di Sungai Bengawan Solo juga naik. Apalagi ada kiriman dari hulu sungai. Sehingga menyebabkan air di anak Sungai Bengawan Solo tidak mengalir dengan lancar selama 3 hari terakhir.

"Kami berharap pemerintah segera mengambil tindakan untuk memperbaiki tebing sungai. Pembuatan tanggul paling utama sebagai pelindung pemukiman dari ancaman arus sungai," kata Rudi. (pul)

Berita Terkait

Tebing Setinggi 100 Meter Longsor, 286 KK Terisolir

Tebing Sungai Longsor Setiap Hujan Datang, Warga Kian Resah

Tebing Longsor, Lalu Lintas Jatim Jateng Terganggu

Tebing Longsor, 2 Rumah Rusak dan Timbun Ternak
Berita Terpopuler
Pabrik Rokok Sampoerna Kretek Disemprot Disinfektan
Peristiwa  5 jam

Polisi Amankan Tersangka Penganiayaan Hingga Pembakaran Korban
Peristiwa  10 jam

Sensasi Fluffy Pancake ala Jepang Bertabur Boba
Icip - Icip  10 jam

Suket Tak Lengkap, Pengguna Jasa Penyebrangan Wajib Balik Kanan
Peristiwa  9 jam



Cuplikan Berita
Fenomena Gelombang Tinggi Terjang Perairan Pacitan
Pojok Pitu

Banjir Bandang Terjang Pantura
Pojok Pitu

Korsleting Listrik, 2 Unit Bangunan Dilalap Si Jago Merah
Jatim Awan

Rumah Makan Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber