Berita Terbaru :
Permintaan Rapid Test Jelang Libur Panjang Meningkat
Hina Polisi Tentang Operasi Yustisi, Tukang Batu ditangkap polisi
Cegah Putus Kuliah, Kampus Bebaskan UKT Mahasiswa
Tolak Omnibus Law, Ribuan Buruh Unras di Kantor Gubernur
Tidak Mampu Menguasai Laju Kendaraan, Guru SMP Dharma Wanita Tabrak Motor
Walikota Surabaya Imbau Warganya Tidak Bepergian Keluar Kota
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Kas Desa
Warga Marah Rusak Rumah Pelaku Terduga Pencabulan Anak Di Bawah Umur
Double Track Jalur Kereta Api Mojokerto - Jombang Mulai Operasikan
Pengedar Tembakao Gorila Dituntut 17 Tahun Penjara
Lagi, Warga Ponorogo Demo Tolak Tower
Dikabarkan Hilang, Bocah 10 Tahun Ditemukan Tenggelam di Waduk Dawuhan
Machfud Arifin Jalan Kaki Keliling Kampung Surabaya, Warga Sambut Antusias Nyanyi Coblos Nomer 2
Dua Pelaku Curwan Dibekuk Reskrim Polsek Poncokusumo
Jelang Libur Panjang, Petugas Perketat Protokol Kesehatan di Tempat Wisata
   

Harga Cabai Anjlok Drastis, Petani di Tuban Merugi
Ekonomi Dan Bisnis  Kamis, 07-05-2020 | 02:09 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Memasuki musim panen raya, harga cabai di Kabupaten Tuban, anjlok drastis. Harga jual cabai di pasaran terjun bebas, lantaran pasokan cabai melimpah di tengah panen raya.
Tuban pojokpitu.com, Saat ini, para petani di Kabupaten Tuban sedang melakukan panen raya cabai. Salah satunya, petani di Desa Grabagan, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban.

Namun, bersamaan dengan merebaknya virus corona ini, petani cabai merugi, lantaran harga cabai anjlok drastis. Harga jual cabai di pasaran terjun bebas, lantaran pasokan cabai melimpah di tengah panen raya. Sementara pembeli yang biasanya datang dari daerah jawa tengah, tidak ada, semenjak adanya pandemi virus corona.

Akibatnya, petani merugi hingga puluhan juta rupiah setiap hektarnya. Lantaran harga jual cabai tidak seimbang dengan biaya produksi, mulai dari tanam perawatan hingga panen.

Menurut Wisno Cipto, Petani Cabai Merah Kriting, jika sebelumnya harga jual cabai merah kriting di tingkat petani Rp 15 ribu perkilogram, kini hanya Rp 4 ribu perkilogramnya. Sedangkan cabai rawit yang sebelumnya dijual Rp 20 ribu perkilogramnya ditingkat petani, kini hanya laku Rp 5 ribu perkilogram .

Tidak adanya pembeli, membuat hasil panen cabai petani menumpuk. Mereka hanya mengandalkan penjualan di toko-toko dan pasar tradisional. Atas kondisi ini, para petani hanya bisa pasrah, dan berharap pemerintah segera turun tangan. (pul)

Berita Terkait

Harga Cabai Anjlok Drastis, Petani di Tuban Merugi

Harga Makin Mahal, Penjagaan Tanaman Cabai Ekstra Ketat

Frustasi Harga Cabe Anjlok, Petani Buka Wisata Petik Cabe Gratis

Jelang Lebaran, Harga Cabe Besar dan Kubis Turun
Berita Terpopuler
Machfud Arifin Jalan Kaki Keliling Kampung Surabaya, Warga Sambut Antusias Nyany...selanjutnya
Politik  5 jam

Memutus Mata Rantai Covid-19 di Pasar Tradisional
Peristiwa  12 jam

Dua Pelaku Curwan Dibekuk Reskrim Polsek Poncokusumo
Peristiwa  5 jam

Klaim Hasil Survei Unggul, Hingga Tuding Galau, Tim MAJU : Justru Kami Jauh di A...selanjutnya
Pilkada  11 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber