Berita Terbaru :
Permintaan Rapid Test Jelang Libur Panjang Meningkat
Hina Polisi Tentang Operasi Yustisi, Tukang Batu ditangkap polisi
Cegah Putus Kuliah, Kampus Bebaskan UKT Mahasiswa
Tolak Omnibus Law, Ribuan Buruh Unras di Kantor Gubernur
Tidak Mampu Menguasai Laju Kendaraan, Guru SMP Dharma Wanita Tabrak Motor
Walikota Surabaya Imbau Warganya Tidak Bepergian Keluar Kota
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Kas Desa
Warga Marah Rusak Rumah Pelaku Terduga Pencabulan Anak Di Bawah Umur
Double Track Jalur Kereta Api Mojokerto - Jombang Mulai Operasikan
Pengedar Tembakao Gorila Dituntut 17 Tahun Penjara
Lagi, Warga Ponorogo Demo Tolak Tower
Dikabarkan Hilang, Bocah 10 Tahun Ditemukan Tenggelam di Waduk Dawuhan
Machfud Arifin Jalan Kaki Keliling Kampung Surabaya, Warga Sambut Antusias Nyanyi Coblos Nomer 2
Dua Pelaku Curwan Dibekuk Reskrim Polsek Poncokusumo
Jelang Libur Panjang, Petugas Perketat Protokol Kesehatan di Tempat Wisata
   

Masjid Dengan Arsitektur Tionghoa, Mirip Klenteng Tuban
Tempo Doeloe  Rabu, 13-05-2020 | 03:12 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Bangunan mirip dengan masjid cenghoo juga digunakan sebagai tempat mengaji santri dan shalat berjamaah. Foto Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Sebuah masjid memiliki bangunan unik lantaran berasitektur tionghoa. Masjid di dalam area pondok pesantren dibangun mirip dengan tempat ibadah umat tridharma atau klentheng.

Sekilas, Masjid Baitul Jalil di Dusun Bamban, Desa Sidodadi, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, persis dengan masjid ceng hoo. Karena struktur bangunannya seperti dengan arsitektur tionghoa. Masjid yang berada di dalam area Pondok Pesantren Salafiyah, Syifaul Qulub juga mirip dengan klenteng, atau tempat ibadah tri dharma.

Kyai Masruh, Pengasuh Pondok Pesantren Syifaul Qulub mengaku sengaja membuat sebuah masjid yang unik, dengan nilai artistik, sehingga bernilai seni tinggi. "Karena kedekatan saya dengan komunitas tionghoa di Kecamatan Bangilan, kemudian berfikir mendirikan masjid dengan arsitektur tionghoa pula," kata Kyai Masruh.

Warna yang dipilih juga warna menyala, yaitu warna merah, kuning, dan hijau muda. Warna yang juga sama persis seperti warna sebuah bangunan klenteng. Bentuknya juga mirip dengan bangunan pagoda, di mana di bagian atapnya bertumpuk tumpuk. "Yang menandakan bahwa bangunan ini masjid, adanya kubah kecil di atap masjid, dan juga adanya tulisan Allah di atas kubah," kata Kyai Masruh.

Kemudian Kyai Masruh membentuk sisi dan sudut masjid ini menjadi sembilan bagian. Dimaksudkan seperti masuknya Islam di tanah Jawa, melalui para wali yang berjumlah sembilan. Tiang penyangga masjid di tiap sudut berjumlah 99 tiang yang melambangkan jumlah asmaul husna.

Setiap harinya, para santri juga menggunakan masjid ini untuk kegiatan mengaji, dan mendalami ilmu agama. Para santri di Pondok Pesantren Syifaul Qulub, berasal dari seluruh penjuru nusantara. Mulai dari berasal dari berbagai daerah di pulau jawa hingga Kalimantan dan Sumatera. (pul)

Berita Terkait

Masjid Dengan Arsitektur Tionghoa, Mirip Klenteng Tuban
Berita Terpopuler
Machfud Arifin Jalan Kaki Keliling Kampung Surabaya, Warga Sambut Antusias Nyany...selanjutnya
Politik  4 jam

Memutus Mata Rantai Covid-19 di Pasar Tradisional
Peristiwa  11 jam

Dua Pelaku Curwan Dibekuk Reskrim Polsek Poncokusumo
Peristiwa  4 jam

Klaim Hasil Survei Unggul, Hingga Tuding Galau, Tim MAJU : Justru Kami Jauh di A...selanjutnya
Pilkada  10 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber