Berita Terbaru :
Menpora Usulkan Surabaya Jadi Lokasi Opening Ceremony Piala Dunia U-20
Masuk Musim Panen, Kualitas Cabai Menurun
Wisata Hutan Akan Kembali Dibuka, Tetap Penerapan Protokol Kesehatan
Meski Gagal Maju, Relawan Tetap Loyal Dengan Kang Yudi
Klaster Ponpes Meningkat, Gubernur Jatim Minta Perketat Protokol Kesehatan
Harga Jual Ketela Anjlok, Petani Olah Jadi Gaplek
Pengembangan Telaga Wahyu Terkendala Lahan
Kampaye Terbuka Akan Bisa Menimbulkan Klaster Baru
Festival Layang-Layang Jadi Hiburan di Masa Pandemi Covid-19
Kekurangan Air, Hasil Panen Kacang Tanah Menurun
Rekomendasikan Kebijakan Transportasi, Balitbanghub Gandeng Empat PTN
Terjaring Razia Prokes, Pengunjung Warung Marah-Marah
   

Makam Ulama Pendiri Agama Islam di Nganjuk
Sosok  Rabu, 13-05-2020 | 06:15 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com, Di Nganjuk ada seorang ulama besar pensyiar agam Islam pada masa Kerajaan Mataram Islam. Ulama yang juga menjadi bupati pertama di Nganjuk itu ialah Kanjeng Raden Tumenggung Sosrokusomo atau lebih dikenal dengan Kanjeng Jimat. Makam tokoh agama ini terletak di sebelah barat Masjid Al Mubarok di kawasan Kecamatan Brebek Nganjuk. Di makam ini juga ada Bupati Nganjuk yang kedua dan ketiga, dan sejumlah peninggalan barang - barang sejarah perjuangan ketiga ulama ini.

Makam Kanjeng Raden Tumenggung Sosrokusomo atau lebih dikenal dengan Kanjeng Jimat ini terletak di Desa Kacangan Kecamatan Brebek Kabupten Nganjuk, sekitar 9 kilometer dari pusat Kota Nganjuk.

Di pintu masuk makam, anda akan disambut dengan dua patung macan putih sebagai simbul hewan peliharaan Kanjeng Jimat saat menyebarkan agama Islam. Pintu masuk makam sangat pendek sekitar 2 meter, hal ini ada pesan moral bahwa kita harus menundukkan kepala saat masuk kedalam makam para ulama.

Makam Kanjeng Jimat dibalut dengan kain warna biru bergaris kunig keemasan, di salah satu sisi pusara ada tiga payung susun tiga dari kain warna kuning keemasan. Di sisi timur makam ada tulisan Jawa dan Arab berisikan pesan pesan kebaikan yang ditulis oleh kanjeng jimat.

"Di samping sebagai ulama besar, Kanjeng Jimat juga sebagai Bupati Nganjuk pertama yang memimpin Nganjuk sekitar tahun 1745 dan meninggal pada 1766. Di sisi barat makam Kanjeng Jimat ada makam bupati kedua yaitu Raden Tumenggung Sosrodirjo, adik dari Kanjeng Jimat, yang menjabat sebagai Bupati Nganjuk pada tahun 1760, sementara di sisi timur ada makam Raden Tumenggung Sosrokusmo II, putra Kanjeng Jimat yang juga sebagai Bupati Nganjuk yang ketiga, yang menjabat sebagai bupati pada tahun 1831 hingga 1852," papar Sutrisno, Juru Kunci Makam Kanjeng Jimat. 

Di sekitar makam, ada sejumlah peninggalan sejarah dari Kanjeng Jimat, di antaranya gentong kuno berisikan air yang bersumber dari sumur peninggalan dari Kanjeng Jimat, yang konon sumur tidak pernah surut meski pada musim kekeringan.

"Air dari gentong ini selalu diperebutkan oleh para peziarah guna mendapatkan berhak dari ulama besar ini. Di depan makam ada sejumlah kendi kuno berukuran bahasa Jawa, yang berisikan air suci yang akan di minum oleh para peziarah. Namun pada masa pendemi corona ini, makam ditutup sementara, sehingga tidak nampak ada peziarah yang berkunjung," terangnya.

Sementara sejarah syiar agama Islam yang dilakukan oleh Kanjeng Jimat, bermula pada masa runtuhnya Majapahit atas serangan Kerajaan Demak membuat para penganut Hindu mengasingkan diri hingga ke Nganjuk.

Kuatnya pengaruh Hindu kala itu membuat beliau terketuk untuk mengenalkan ajaran agama yang dibawa Nabi Besar Muhammad SAW kepada rakyat Berbek.

"Dalam syiarnya, Kanjeng Jimat memadukan budaya Islam dengan pendekatan Hindu Budha, sehingga banyak umat Hindu Budha yang memeluk agama Islam, hingga pada tahun 1745 kenjeng jimat mendirikan masjid berornamen Hindu Budha di Kecamatan Berbek Nganjuk dengan diberi nama Masjid Al Mubarok," ujarnya lagi.

Hingga kini ketiga makam ulama ini, selalu terawat, dan selalu ramai oleh pengunjung baik pada hari hari biasa atau hari hari besar Islam.(end/WM:YAN)

Berita Terkait

Makam Ulama Pendiri Agama Islam di Nganjuk
Berita Terpopuler
Terjaring Razia Prokes, Pengunjung Warung Marah-Marah
Peristiwa  12 jam

Rekomendasikan Kebijakan Transportasi, Balitbanghub Gandeng Empat PTN
Pendidikan  11 jam

Kekurangan Air, Hasil Panen Kacang Tanah Menurun
Ekonomi Dan Bisnis  10 jam

Festival Layang-Layang Jadi Hiburan di Masa Pandemi Covid-19
Rehat  9 jam



Cuplikan Berita
Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Gudang Mebel dan Dua Rumah Hangus Terbakar
Pojok Pitu

Ratusan Driver Online Unjuk Rasa dan Sweping Rekan
Jatim Awan

KPU Surabaya Segera Publikasikan DPS Pada Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber