Berita Terbaru :
Ini yang Terjadi pada Tubuh ketika Mengonsumsi Terlalu Banyak Gula
Tingginya Kasus Covid-19, Pemkot Tak Berharap Seperti Wuhan
Dampak PSBB, Harga Daging Ayam di Pasar Tradisional Naik
Penataan Ulang Pasar Tradisional Cegah Penularan Covid-19
Kampung Tangguh di Mojokerto Dilengkapi Bilik Sanitezer Hingga Lumbung Pangan
Ciptakan Gelang Corona Untuk Pasien Covid-19 yang Bandel
Pabrik Rokok Sampoerna Kretek Disemprot Disinfektan
Peduli, Ratusan APD Dibagikan ke Seluruh Puskesmas Ponorogo
Kabar Sedih dari Nissan untuk Eropa dan Negara Berkembang
PSBB Tahap Tiga, Koramil Berikan Bantuan Sembako
Pedagang Dari Luar Daerah Wajib Memiliki Surat Keterangan Bebas Rapid Test
Penjual Ketupat Matang Tetap Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19
Persebaya Pengin Berhenti, Persipura Abstain, Persiraja Minta Lanjut
Kapan Pertandingan Olahraga Bisa Jalan lagi? Menpora Beri Penjelasan Begini
   

Camat Duduksampeyan Didatangi Pemuda Desa Gredek Terkait BLT
Metropolis  Kamis, 21-05-2020 | 12:00 wib
Reporter : Mohammad Amin
Berita Video : Camat Duduksampeyan Didatangi Pemuda Desa Gredek Terkait BLT
Gresik pojokpitu.com, Karena merasa tak puas atas sikap Camat Duduksampeyan terkait bantuan jaring pengaman sosial APBD Gresik, akhirnya kades dan warga Desa Gredek melakukan aksi demo di kantor kecamatan.

Reaksi Kepala Desa Gredek, Muhammad Bahrul Ghofar langsung kaget, saat mengetahui desanya ditolak dalam membagian bantuan jaring pengaman sosial, dari anggaran APBD Kabupaten Gresik. Aksi dilakukan karena  sudah berkali kali melakukan revisi, tapi hasilnya tidak memuaskan.

Kades mengusulkan 153 KK , tapi yang dikategorikan layak hanya  125 KK. Hal itu sudah disetorkan ke pihak kecamatan untuk di teruskan ke Bapeda. Untuk mendapatkan bantuan 600 ribuan, selama 3 bulan mendatang. "Tapi kenyataanya warga Gredek, hingga kini masih belum bisa kenikmatan bantuan tersebut," kata Bahrul.

Suropadi, Camat Duduksampeyan yang sebelumnya berjanji mau memberikan konfirmasi, tiba tiba membatalkan. Dan hanya menuding bahwa itu bukan kesalahan dirinya tapi kesalahan pihak bapeda.

Dana jaring pengaman sosial atau JPS covid-19 dari APBD Kabupaten Gresik senilai Rp 210 miliar, mulai dicairkan pada hari Rabu (20/5) kemarin. Namun, dari total 330 desa dan 26 kelurahan, 14 desa dinyatakan tidak menerima JPS lantaran tidak mengusulkan. (pul/VD:YAN)

Berita Terkait

Camat Duduksampeyan Didatangi Pemuda Desa Gredek Terkait BLT
Berita Terpopuler
Pabrik Rokok Sampoerna Kretek Disemprot Disinfektan
Peristiwa  6 jam

Polisi Amankan Tersangka Penganiayaan Hingga Pembakaran Korban
Peristiwa  10 jam

Sensasi Fluffy Pancake ala Jepang Bertabur Boba
Icip - Icip  11 jam

Suket Tak Lengkap, Pengguna Jasa Penyebrangan Wajib Balik Kanan
Peristiwa  9 jam



Cuplikan Berita
Fenomena Gelombang Tinggi Terjang Perairan Pacitan
Pojok Pitu

Banjir Bandang Terjang Pantura
Pojok Pitu

Korsleting Listrik, 2 Unit Bangunan Dilalap Si Jago Merah
Jatim Awan

Rumah Makan Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber