Berita Terbaru :
Ini yang Terjadi pada Tubuh ketika Mengonsumsi Terlalu Banyak Gula
Tingginya Kasus Covid-19, Pemkot Tak Berharap Seperti Wuhan
Dampak PSBB, Harga Daging Ayam di Pasar Tradisional Naik
Penataan Ulang Pasar Tradisional Cegah Penularan Covid-19
Kampung Tangguh di Mojokerto Dilengkapi Bilik Sanitezer Hingga Lumbung Pangan
Ciptakan Gelang Corona Untuk Pasien Covid-19 yang Bandel
Pabrik Rokok Sampoerna Kretek Disemprot Disinfektan
Peduli, Ratusan APD Dibagikan ke Seluruh Puskesmas Ponorogo
Kabar Sedih dari Nissan untuk Eropa dan Negara Berkembang
PSBB Tahap Tiga, Koramil Berikan Bantuan Sembako
Pedagang Dari Luar Daerah Wajib Memiliki Surat Keterangan Bebas Rapid Test
Penjual Ketupat Matang Tetap Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19
Persebaya Pengin Berhenti, Persipura Abstain, Persiraja Minta Lanjut
Kapan Pertandingan Olahraga Bisa Jalan lagi? Menpora Beri Penjelasan Begini
Suket Tak Lengkap, Pengguna Jasa Penyebrangan Wajib Balik Kanan
   

Imbas Muncul 75 Kasus Covid 19, Akhirnya Sholat Idul Fitri Ditiadakan
Politik  Sabtu, 23-05-2020 | 01:08 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Akhirnya Pemerintah Kabupaten Probolinggo, meniadakan sholat idul fitri di semua kecamatan. Hal ini karena banyaknya orang tanpa gejala terindikasi terpapar covid 19 masih berkeliaran. Foto Farid Fahlevi
Probolinggo pojokpitu.com, Setelah melalui rapat koordinasi dengan forum komunikasi pimpinan daerah, Ormas Islam dan MUI setempat, di pendopo Kabupaten Probolinggo pada Jumat (22/5) siang, akhirnya Pemerintah Kabupaten Probolinggo mengambil keputusan terkait pelaksanaan sholat idul fitri 1441 hijriah.

Sebelumnya Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari memutuskan tetap menggelar sholat idul fitri di semua kecamatan, asal dengan protokol kesehatan covid 19. Mulai jaga jarak pakai masker dan lain sebagainya. Namun dengan pertimbangan banyak orang terpapar virus corona mencapai 75 orang, akhirnya Pemerintah Kabupaten Probolinggo memutuskan meniadakan sholat idul fitri di semua kecamatan.

"Kami menyarankan agar warga melakukan sholat idul fitri dari rumah masing-masing, dengan pertimbangan keselamatan jiwa," kata Puput Tantriana Sari.

Ada tiga alasan meniadakan sholat idul fitri ini, diantaranya trend penularan covid 19 masih sangat tinggi, keselamatan manusia menurut syariat Islam lebih diutamakan dan yang terakhir guna memutus rantai penularan virus.

Menurut Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari, seruan ini ditujukan kepada seluruh camat, kepala desa, lurah badan pengelola masjid dan mushola. Jika ada 6 kecamatan masih zona hijau, namun bukan jaminan bebas paparan virus corona.

Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, jumlah orang dalam pemantauan mencapai 451 orang, pasien dalam pengawasan 56 orang dan 75 orang positif virus corona. (pul)

Berita Terkait

Jamaah Thoriqah Syatariyah Shalat Ied Hari Ini

PSBB, Masjid Agung Jami Kota Malang Tetap Gelar Sholat Ied

Musholla An-nur Melaksanakan Sholat Ied, Dengan Menerapkan Protokol Covid-19

Anggota Banser Semprot Disinfektan Tempat Ibadah Digunakan Sholat Idul Fitri
Berita Terpopuler
Pabrik Rokok Sampoerna Kretek Disemprot Disinfektan
Peristiwa  5 jam

Polisi Amankan Tersangka Penganiayaan Hingga Pembakaran Korban
Peristiwa  10 jam

Sensasi Fluffy Pancake ala Jepang Bertabur Boba
Icip - Icip  10 jam

Suket Tak Lengkap, Pengguna Jasa Penyebrangan Wajib Balik Kanan
Peristiwa  9 jam



Cuplikan Berita
Fenomena Gelombang Tinggi Terjang Perairan Pacitan
Pojok Pitu

Banjir Bandang Terjang Pantura
Pojok Pitu

Korsleting Listrik, 2 Unit Bangunan Dilalap Si Jago Merah
Jatim Awan

Rumah Makan Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber