Berita Terbaru :
Pemerintah Akan Berikan Sanksi Bagi Pelangar Protokol Kesehatan
Sebanyak 52 Pegawai Puskesmas Plaosan Negatif Covid-19
SMK NU Sidoarjo Terapkan MPLS Secara Offline Tetap Gunakan Protokol Kesehatan
Masing Zona Kuning, MPLS SMP Dilaksanakan Secara Daring
Hasil Rapid Tes, Belasan Petugas KPU Reaktif
Dua Hakim Pengadilan Agama Lumajang Positif Covid 19
MPLS SD SMP 2020 Dilakukan Secara Daring
Semua Pegawai Pemkab Gresik Wajib Menempelkan Stiker Protokol Covid 19 di Mobilnya
Perserta Didik Baru Bergerombol Saat MPLS
Aneh, 2 Tahun Tutup Sekolah Tetap Dapat Anggaran Pengadaan Seragam
Doni Monardo: Hanya Wilayah Zona Hijau yang Boleh Belajar Tatap Muka
Maling Bobol Minimarket, Uang Rp 42 Juta Raib
BEM PTS Se Malang Raya Tuntut Bantuan Covid-19 Dari Pemkot Malang
Para Siswa Ikuti MPLS Lewat Virtual di Sekolah
Mencuri Porang Sebanyak 3 Kwintal, Paeri Dibekuk Polisi
   

Aksi Pungli Biaya Pemakaman PDP Corona RSUD Kota Mojokerto Viral di media Sosial
Mataraman  Minggu, 24-05-2020 | 03:19 wib
Reporter : Aminuddin Ilham
Foto istimewa
Mojokerto pojokpitu.com, Sebuah rekaman video dugaan pungutan liar biaya pemakaman pasien meninggal PDP covid 19 di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut petugas kamar jenazah meminta uang sebesar Rp 3 juta untuk biaya pemakaman.

Dalam rekaman video durasi empat menit itu, terlihat adu mulut antara keluarga korban JSH (60) warga Desa Terusan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto dengan petugas kamar jenazah. Petugas kamar jenazah meminta uang Rp 3 juta untuk biaya pemakaman yang meninggal dunia karena PDP covid 19. Biaya tersebut untuk peti jenazah, plastik, biaya ambulan dan biaya pemakaman. Bahkan petugas mengancam jika tidak diberi uang tidak akan memakamkan korban.

Peristiwa ini terjadi pada tanggal 19 Mei lalu, satu jam setelah setelah pasien JSH meninggal dunia. Setelah membayar jenazah JSH langsung dimakamkan dengan standart covid 19.

Terkait masalah itu, Direktur RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto Sugeng Mulyadi mengatakan, terjadi salah paham antara petugas dengan keluarga pasien. Hal ini lantaran petugas pemulasaran, belum memahami surat edaran tata laksana untuk pembiayan covid 19 tertanggal 6 April 2020.

"Dalam surat edaran tersebut semua biaya pasien baik PDP maupun positif covid 19 termasuk pemulasaran jenazah ditanggung oleh pemerintah. Sebelum edaran tersebut keluar bagi pasien luar kota mojokerto dikenakan biaya termasuk pemakaman. Masalah ini sudah selesai dan biaya Rp 3 juta sudah dikembalikan ke keluarga," kata Sugeng Mulyadi.

Sebelum dirawat di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, pasien JSH merupakan pasien rujukan dari RS Hasanah dengan gejala diabet dan sesak napas, sehingga terindikasi terpapar covid 19. (pul)

Berita Terkait

Polisi Tangkap 3 Pelaku Pungli Di Pasar, Satu Orang Ternyata ASN

Aksi Pungli Biaya Pemakaman PDP Corona RSUD Kota Mojokerto Viral di media Sosial

Kepsek Mengaku Tak Menahan Raport Siswa

Ratusan Sopir Self Loader Protes Pungli Pengawalan
Berita Terpopuler
Duh, Bayi Umur 3 Hari Asal Nganjuk Positif Corona
Covid-19  5 jam

Laka Tabrak Lari, Pengendara Motor Tewas TKP
Peristiwa  6 jam

Lalai Bakar Sampah, Barang Berharga di Dalam Gudang Ikut Terbakar
Peristiwa  4 jam

Begini Hari Pertama Siswa Madrasah Ibtidaiyah Masuk Sekolah
Pendidikan  4 jam



Cuplikan Berita
Mobil Rombongan Gubernur Jawa Timur Kecelakaan di Tol Mojokerto-Kertososno
Pojok Pitu

Dendam Lama, Karyawan Pabrik Kayu Bacok Teman Kerja Pakai Samurai
Pojok Pitu

Dari 51 Peserta UTBK Reaktif, 38 Orang Ternyata Negatif Covid 19
Jatim Awan

Orkemiban, Minuman Tinggi Anti Oksidan Berbahan Daun Kelor
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber