Berita Terbaru :
Masuk Musim Panen, Kualitas Cabai Menurun
Wisata Hutan Akan Kembali Dibuka, Tetap Penerapan Protokol Kesehatan
Meski Gagal Maju, Relawan Tetap Loyal Dengan Kang Yudi
Klaster Ponpes Meningkat, Gubernur Jatim Minta Perketat Protokol Kesehatan
Harga Jual Ketela Anjlok, Petani Olah Jadi Gaplek
Pengembangan Telaga Wahyu Terkendala Lahan
Kampaye Terbuka Akan Bisa Menimbulkan Klaster Baru
Festival Layang-Layang Jadi Hiburan di Masa Pandemi Covid-19
Kekurangan Air, Hasil Panen Kacang Tanah Menurun
Rekomendasikan Kebijakan Transportasi, Balitbanghub Gandeng Empat PTN
Terjaring Razia Prokes, Pengunjung Warung Marah-Marah
   

Tidak Pernah Putus Asa, 17 Tahun Kiai Ini Berdakwah Tanpa Jamaah
Sosok  Senin, 25-05-2020 | 16:33 wib
Reporter : Edwin Adji
KH Imam Sodiq Sudja, Mubalik Tanpa Jamaah
Pacitan pojokpitu.com, Seorang mubaligh di Pacitan ini punya cara unik dalam berdakwah. Tak harus mengundang banyak jemaah untuk menyimaknya berceramah. Sang kiai sepuh tersebut menjadikan pengeras suara masjid sebagai penyambung lidah. Pesan-pesan ilahiyah pun membahana tiap siang menjelang senja saat Ramadhan 2020.

Di sebuah ruangan berukuran 3 x 3 meter menjadi mimbar pribadi KH Imam Sodiq Sudja (71). Tempat itu bukan mihrab, melainkan kaki menara Masjid Al Huda, Lingkungan Peden, Kelurahan Ploso.

Hanya dilengkapi satu meja kayu dan sebuah kursi tua. Di atas kursi itu Sodiq duduk menghadap meja dengan dua kitab di atasnya. Masing-masing Al Quran dan Kitab Hadits.

Sebuah mikrofon tergeletak di atas meja. Kabel berwarna hitam menjuntai hingga terhubung dengan instalasi pengeras suara. Tangan kanan Kiai Sodiq meraih mikrofon.

Dia lantas mencucap salam menandai dimulainya taklim. Hampir tanpa jeda, suaranya membahana melalui 3 corong yang terpasang di ujung menara.

"Betapa besar nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita. Sampai-sampai kita tidak mungkin bisa menghitungnya," begitu penggalan kalimatnya mengupas isi surat An Nahl.

Di luar aktivitas sebagai dai, Alumni Ponpes Tremas tersebut sengaja memilih pola dakwah berbeda. Segmennya pun tidak melulu jemaah yang berkumpul di sebuah majelis. Memang tidak mengundang warga sekitar untuk datang masjid mengikuti kajian. Sebaliknya, mereka bisa menyimak dari rumah sembari melakukan rutinitas masing-masing.

"Di rumah tetap bisa mendengarkan, demikian pula yang di sawah tetap bisa menyimak sambil bekerja," kata KH Imam Sodiq Sudja

Menjadi mubalig, merupakan panggilan jiwa. Dia mengaku tergugah saat membaca sabda Rasulullah SAW tentang perintah meneruskan pesan kebaikan meskipun hanya satu ayat.

Menjalankan kajian rutin selama 17 tahun memang bukan pekerjaan mudah. Terlebih pada waktu-waktu tertentu jadwalnya cukup padat untuk menyampaikan ceramah di banyak tempat.

Khusus bulan Ramadhan, materi yang disampaikan adalah tilawah. KH Imam Sodiq Sudja membahas tiap surat dalam Al Quran dengan pendekatan tafsir serta dilengkapi dengan hadits.

Selama bulan suci kajian biasanya dapat menyelesaikan 1 juz. Hingga saat ini sudah 16 juz yang berhasil dituntaskan. Meski begitu masih ada rasa penasaran tertinggal dalam hatinya.

"Masih ada 14 juz lagi (yang belum disampaikan). Sementara umur saya sekarang sudah 71 tahun. Kalau ternyata nanti ndak sampai selesai belum sempurna rasanya," ucap KH Imam Sodiq Sudja sembari merenung.

Usia manusia memang mutlak urusan Allah SWT . Tetapi sisa hidup, lanjut Kiai Sodiq, sedapat mungkin bermanfaat bagi orang lain. Termasuk di antaranya dalam menebar pesan-pesan kebaikan. (pul)

Berita Terkait

Putra Kyai Asal Situbondo, RA. Yaqin Kholil Asad Pasang Badan Dalam Pilkada Sumenep

Koalisi PKB dan PPP, Pasangan Fattah Jasin dan Kyai Fikri Optimis Menang

Tidak Pernah Putus Asa, 17 Tahun Kiai Ini Berdakwah Tanpa Jamaah

Kyai Kampung Pengasuh Ponpes Uniq Menentang Adanya Virus Korona
Berita Terpopuler
Terjaring Razia Prokes, Pengunjung Warung Marah-Marah
Peristiwa  11 jam

Rekomendasikan Kebijakan Transportasi, Balitbanghub Gandeng Empat PTN
Pendidikan  10 jam

Kekurangan Air, Hasil Panen Kacang Tanah Menurun
Ekonomi Dan Bisnis  9 jam

Festival Layang-Layang Jadi Hiburan di Masa Pandemi Covid-19
Rehat  7 jam



Cuplikan Berita
Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Gudang Mebel dan Dua Rumah Hangus Terbakar
Pojok Pitu

Ratusan Driver Online Unjuk Rasa dan Sweping Rekan
Jatim Awan

KPU Surabaya Segera Publikasikan DPS Pada Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber