Berita Terbaru :
3 Bus Pekerja Pabrik Salem Situbondo Terjaring Operasi Patuh
Dikbud Larang Guru-Guru Bepergian Ke Luar Kota
Pasien Covid-19 Klaster Pabrik Salem Meningkat, Gugus Tugas Persiapkan Ruang Isolasi Tambahan
Bayar Palawija Ratusan Juta Dengan Cek Kosong, Pasutri Siri Ini Mendekam di Sel Tahanan
Susah Jaringan Internet, Polsek Galis Fasilitasi Siswa Belajar Daring
Residivis Narkoba Ditangkap di Tengah Sawah
Gelar Pelatihan TOT, Pos Gabungan Siapkan Relawan Pencegahan Covid-19
Penghuni Sel Polres Lamongan Lakukan Rapid Tes
Perempuan Pegawai Bank Terkonfirmasi Positif Covid-19
39.182 Pengangguran Baru di Bojonegoro Selama Pandemi Covid-19
Diduga Terinveksi Covid-19, Pria Paruh Baya Mati Mendadak Didalam Angkot
Ketua DPRD Ngawi Minta KPU-Bawaslu Fokus Peningkatan Partisipasi Pemilih
Pelaku Curanmor 14 TKP Ditangkap Polisi, Motor Curian Dijual ke Penadah di Madura
Bupati Lantik 37 Pejabat Jelang Pilkada
Dua Danau di Lumajang Menyusut
   

Gelombang Pasang Malah Jadi Tempat Wisata
Mlaku - Mlaku  Jum'at, 29-05-2020 | 14:26 wib
Reporter : Achmad Arif
Fenomena alam tersebut malah dimanfaatkan warga untuk berwisata pantai, meski lokasi tersebut ditutup.
Lumajang pojokpitu.com, Gelombang pasang kembali menghantam pantai selatan Lumajang, pada Jumat (29/5) siang. Bahkan ketinggian gelombang mencapai empat meter lebih.

Gelombang pasang menghantam Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian. Warga panik dan berlarian karena air laut masuk ke daratan. Air masuk ke dalam warung yang sekaligus menjadi rumah para nelayan setempat.

Meski gelombang pantai selatan ini cukup tinggi, warga malah memanfaatkannya untuk berwisata di tempat itu. Bahkan, sebagian ada yang mandi di pantai. Mereka beralasan, mereka adalah penduduk lokal Lumajang.

Melihat kondisi tersebut Kapolsek Iptu Agus Sugiarto langsung turun ke lapangan. Mereka melakukan pemanatauan dan imbauan agar warga tidak berkunjung ke lokasi wisata tersebut. Pihak pengelola wisata juga diberi teguran, karena menyediakan warung makan dan tempat parkir. Selain karena pandemi covid-19, gelombang pasang juga cukup membahayakan mereka.

Selanjutnya, pemerintah kecamatan dan pihak kepolisian, meminta pihak pengelola wisata untuk menutup akses menuju lokasi pantai  agar pengunjung tidak memasuki kawasan pantai. (pul)

Berita Terkait

Gelombang Pasang Malah Jadi Tempat Wisata

Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang

Fenomena Gelombang Tinggi Terjang Perairan Pacitan

Diterjang Gelombang Tinggi, Belasan Warung Makan Rusak
Berita Terpopuler
Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Tebu
Peristiwa  5 jam

Musda,Toufik Kembali Nahkodai Golkar Ponorogo
Pilkada  15 jam

Perusahaan Properti di Indonesia yang Mengutamakan Kepuasan Konsumen
Peristiwa  18 jam

Warga Ngawi Temukan Mortir Aktif di Aliran Sungai Bengawan
Peristiwa  8 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Jual Beli Tebu Diluar Pabrik Meresahkan PG Lestari
Jatim Awan

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber