Berita Terbaru :
Gereja di Jatim Sudah Boleh Buka, Asalkan Terapkan Protokol Kesehatan
Biar Tahu Nama Pelaku, Pemalsu Tanda Tangan Akan Segera Diungkap
Siswa SMA Ikuti Rangkaian MPLS Online Dari Kantor Desa
DPRD Jatim Sedang Lakukan Revisi Perda Ketertipan Umum
BNNK Surabaya Tegaskan Tidak Lockdown, Hanya Pelayanan Tutup Sementara
Pemerintah Akan Berikan Sanksi Bagi Pelangar Protokol Kesehatan
Sebanyak 52 Pegawai Puskesmas Plaosan Negatif Covid-19
SMK NU Sidoarjo Terapkan MPLS Secara Offline Tetap Gunakan Protokol Kesehatan
Masing Zona Kuning, MPLS SMP Dilaksanakan Secara Daring
Hasil Rapid Tes, Belasan Petugas KPU Reaktif
Dua Hakim Pengadilan Agama Lumajang Positif Covid 19
MPLS SD SMP 2020 Dilakukan Secara Daring
Semua Pegawai Pemkab Gresik Wajib Menempelkan Stiker Protokol Covid 19 di Mobilnya
Perserta Didik Baru Bergerombol Saat MPLS
Aneh, 2 Tahun Tutup Sekolah Tetap Dapat Anggaran Pengadaan Seragam
   

LPT Unair Tutup, RS Rujukan Bingung Periksa Sampel Swab Pasien
Kesehatan  Sabtu, 30-05-2020 | 01:10 wib
Reporter : Atiqoh Hasan
Foto dok pojokpitu.com
Surabaya pojokpitu.com, Pasca ditutupnya pelayanan pemeriksaan sampel di Lembaga Penyakit Tropik Universitas Airlangga, pemeriksaan sampel di rumah sakit rujukan mulai mengalami penumpukan.

Terpantau di RSI Ahmad Yani, ada 50 sampel swab perhari yang harus antre untuk dilakukan uji PCR, di LPT Unair. Namun sejak LPT Unair menutup layanan pemeriksaan sampel pertanggal 26 Mei lalu, RSI Ahmad Yani pun kebingungan menyerahkan sampel swab milik pasien covid-19 yang tengah dirawat di ruang isolasi miliknya. Padahal tercatat ada 6 pasien positif covid-19 dan 8 PDP yang kini dirawat di ruang isolasi RSI Ahmad Yani.

Direktur Utama RSI Ahmad Yani, dr Syamsul Arifin meminta pada Pemkot Surabaya ataupun Pemprov Jatim agar tiap rumah sakit rujukan diberikan kewenangan untuk dapat memeriksa sampel pasien yang tengah dirawat. Caranya, dengan dana penanganan covid-19 yang ada, rumah sakit rujukan diberi alat PCR kit, atau minimal rapid swab. "Sehingga dengan tenaga laboratorium yang dimiliki masing-masing rumah sakit rujukan, bisa melayani pemeriksaan PCR tanpa harus bergantung pada LPT Unair atau pun Balitbangkes," kata dr Syamsul Arifin.

Dengan pemberian bantuan PCR kit, setidaknya rumah sakit rujukan bisa lebih mandiri dalam menangani pasien covid-19 yang tengah dirawat. Hasil dari pemeriksaan bisa lebih cepat didapatkan, karena rumah sakit rujukan hanya memeriksa sampel pasien yang dirawat tanpa perlu mengantre seperti di LPT Unair atau Balitbangkes. (pul)

Berita Terkait

Pemerintah Lakukan Tes Swab Ke Santri Gontor

Pasca Kepala Puskesmas Kedung Solo Meninggal Dunia Diduga Covid 19, Seluruh Pegawai Puskesmas Di Swab

Sebanyak 50 Warga Reaktif dan Tahanan Dilakukan Swab

LPT Unair Tutup, RS Rujukan Bingung Periksa Sampel Swab Pasien
Berita Terpopuler
Duh, Bayi Umur 3 Hari Asal Nganjuk Positif Corona
Covid-19  6 jam

Laka Tabrak Lari, Pengendara Motor Tewas TKP
Peristiwa  6 jam

Lalai Bakar Sampah, Barang Berharga di Dalam Gudang Ikut Terbakar
Peristiwa  4 jam

Ada Tenaga Medis Positif Covid 19, Puskesmas Puri Ditutup Sementara
Kesehatan  4 jam



Cuplikan Berita
Mobil Rombongan Gubernur Jawa Timur Kecelakaan di Tol Mojokerto-Kertososno
Pojok Pitu

Dendam Lama, Karyawan Pabrik Kayu Bacok Teman Kerja Pakai Samurai
Pojok Pitu

Dari 51 Peserta UTBK Reaktif, 38 Orang Ternyata Negatif Covid 19
Jatim Awan

Orkemiban, Minuman Tinggi Anti Oksidan Berbahan Daun Kelor
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber